Ekonomi AS diprediksi akan memasuki siklus resesi pada 2017 atau 2018. Pada saatnya nanti, presiden AS terpilih, apakah itu Donald Trump atau Hillary Clinton, dalam masa pemerintahannya mau atau tidak mau harus menghadapi situasi ini.
Kepala Bagian Investasi dari Commonwealth Financial Brad McMillan mengatakan, “Saya pikir pada akhir 2017 atau awal 2018 resesi ekonomi akan terjadi. Saat ini berbagai indikator mengarah ke sana.”
Kalangan bisnis AS saat ini sudah mulai khawatir terhadap prediksi ini. Presiden Business Roundtable (BRT) John Engler mengatakan, “Prediksi kami adalah (pada saat itu) ekonomi AS akan berkembang relatif lemah, sehingga presiden mendatang perlu mempersiapkan kebijakan yang ampuh untuk menandinginya.”
Untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi AS, the Fed mungkin sulit untuk bertindak sebagai pelopor, karena suku bunga Bank of Amerika saat ini secara historis sudah mencapai tingkat paling rendah (hanya 0.25 – 0.50 %). Sehingga keinginan untuk merangsang pertumbuhan melalui penurunan suku bunga tampaknya tidak memungkinkan.
Namun, analis percaya bahwa resesi berikutnya tidak akan berlangsung seburuk Depresi Besar (1930-an). Apalagi bila presiden AS mendatang bersama Kongres dapat mengambil tindakan yang tepat, niscaya resesi akan cepat dilewati.
Dari perspektif sekarang, dunia bisnis AS berharap pemerintah dapat merangsang pertumbuhan ekonomi melalui reformasi perpajakan dan keimigrasian.
Meninjau kembali cara yang biasa dilakukan oleh kedua partai politik di AS, Partai Demokrat cenderung memilih meningkatkan belanja pemerintah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Hillary dalam kampanyenya telah mengusulkan metode perangsangan dengan mempromosikan belanja yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Cara tersebut telah mendapat sambutan baik dari para pebisnis dan intelektual AS.
Cara yang ditempuh Partai Republik dalam mengatasi resesi ekonomi biasanya dengan memotong pajak, sehingga konsumen dan pebisnis dapat memiliki lebih banyak dana untuk dibelanjakan.
Dalam kampanyenya Trump telah mengusulkan untuk memotong pajak penghasilan individu dan usaha dalam rangka pembangunan ekonomi AS. Karena jumlah angkanya yang besar sehingga masyarakat meragukan rencana itu, dan memiliki pendapat yang berbeda-beda.
