Sejarah NATO dan kegiatannya saat ini memungkinkan kita untuk memahami bagaimana pihak Barat telah merajut kebohongan. Unsur-unsur yang terkandung dalam artikel ini mengejutkan, namun tidak mungkin menyangkal fakta-fakta yang ada. Satu-satunya solusi lainnya adalah berpegang teguh pada kebohongan dan bertahan.
Seperti apa NATO ini dulunya
Ketika para elit Eropa panik pada gagasan kemungkinan aksesi untuk kekuasaan oleh Partai Komunis setelah Perang Dunia II, pada tahun 1949, mereka mencari perlindungan di bawah payung AS. Di atas semua ini, ini adalah sebuah sarana bagi mereka untuk memberikan sebuah ancaman kepada Soviet untuk mencegah mereka mendukung Komunis Barat.
Negara-negara Barat semakin memperluas aliansi mereka, khususnya dengan menambahkan (pada tahun 1955) Jerman Barat, yang baru saja resmi untuk membangun kembali militernya. Khawatir mengenai kapasitas Aliansi tersebut, Uni Soviet meresponnya dengan menciptakan Pakta Warsawa enam tahun setelah penciptaan NATO.
Namun, dengan adanya Perang Dingin, dua aliansi inni berkembang dalam sebuah gaya imperialisme – di satu sisi, NATO, yang didominasi oleh AS dan pada tingkat yang lebih rendah oleh Inggris, dan di sisi lain, Pakta Warsawa, yang didominasi oleh Uni Soviet. Akibatnya, menjadi tidak mungkin utnuk meninggalkan struktur ini – NATO tidak ragu-ragu untuk menggunakan jaringan Gladio nya untuk mengatur berbagai kudeta dan pembunuhan-pembunuhan politik preventif, sedangkan Pakta Warsawa secara terbuka menyerang Hungaria dan Cekoslovakia, yang telah menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka menginginkan kemerdekaan.
Bahkan sebelum jatuhnya Tembok Berlin, Uni Soviet telah mengakhiri sistem ini. Mikhail Gorbachev memungkinkan setiap anggota Pakta Warsawa untuk menyatakan kemerdekaan mereka. Ketika Uni Soviet runtuh, sekutu-sekutunya tersebar, dan butuh beberapa tahun stabilisasi sebelum Pakta Pertahanan Keamanan Kolektif/Collective Security Treaty Organization (CSTO) sekarang ini dapat dibentuk. Setelah belajar dari kesalahan di masa lalu, CSTO didasarkan pada kesetaraan yang ketat dari negara-negara anggotanya.
Perlu dicatat bahwa baik NATO dan Pakta Warsawa adalah organiasai yang bertentangan dengan Piagam PBB, karena negara-negara anggota mereka kehilangan kemerdekaan mereka dengan menyetujui untuk menempatkan pasukan mereka di bawah perintah AS atau Soviet.
Tidak seperti Rusia, AS tetaplah menjadi sebuah kekaisaran, dan terus menggunakan NATO untuk menuntut ketaatan dari sekutu-sekutu mereka. Tujuan awal untuk menekan Soviet agar mereka tidak membantu Komunis Barat untuk mendapatkan kekuasaan, tidak lagi memiliki arti apapun saat ini. Jadi semua yang tersisa sekarang adalah perwalian AS.
Pada tahun 1998, NATO melancarkan perang pertamanya, melawan sebuah negara kecil (Serbia) yang tidak menimbulkan ancaman apapun. AS dengan sengaja menciptakan kondisi konflik, membentuk mafia teroris Kosovo yang dioperasikan dari pangkalan udara Incirlik di Turki, mengorganisir kampanye teror di Serbia, kemudian menuduh pemerintah Serbia menekannya dengan kekuatan yang tidak proporsional. Setelah NATO menghancurkan Serbia, ini tercatat dalam kantor kanselir bahwa Aliansi tersebut pada kenyataannya sangat memberatkan dan sebagian besar tidak efisien. Ini adalah ketika reformasi mendalam dimulai.

NATO sejak 11 September 2001
Dengan hilangnya Uni Soviet, tidak ada negara manapun di dunia ini yang mampu untuk berhadapan secara lagnsung dengan Amerika Serikat, dan dengan demikian bahkan lebih kurang terhadap NATO. Pada titik ini, seharusnya NATO dibubarkan, namun tidak terjadi.
Pertama-tama, musuh baru telah muncul – terorisme, yang menyerang berbagai ibukota dari anggota NATO, memaksa negara-negara anggota NATO untuk saling mendukung.
Tentu saja, tidak ada ukuran umum antara antara aliansi Pakta Warsawa dan kelompok-kelompok jihadis yang bersembunyi dalam sebuah gua di Afghanistan. Meskipun demikian, semua negara-negara anggota NATO prua-pura percaya (karena mereka tidak mempunyai pilihan lain) bahwa satu-satunya cara untuk melindungi rakyat mereka adalah untuk menandatangani pernyataan NATO, dan memegang teguh wacana wajib sepihak mereka.
Meskipun fakta-fakta sejarah yang berlimpah, kekuatan-kekuatan Barat masih belum percaya bahwa NATO awalnya diciptakan oleh kelas pemerintahan mereka untuk digunakan melawan mereka sendiri, dan bahwa hari ini, aliansi ini digunakan oleh AS melawan para elit mereka. Kasusnya sedikit berbeda bagi negara-negara Baltik dan Polandia, yang bergabung dalam aliansi NATO baru-baru ini, dan masih pada tahap ketakutan elitis terhadap Komunis.
Zona geografis NATO yang hampir tak terbatas
Jika NATO adalah sebuah aliansi pertahanan, aliansi ini akan membatasi diri untuk membela negara-negara anggotanya, namun NATO telah memperlua zona intervensi geografis nya. Ketika kita membaca pernyataan akhir dari pertemuan di Warsawa, kita tidak dapat tidak menyadari bahwa NATO mencampuri urusan semuanya; mulai dari Korea (di mana AS masih belum menandatangani satu perjanjian perdamaian pun dengan Republik Demokratik ini) sampai Afrika (di mana Pentagon masih berharap untuk menempatkan AFRICOM. Satu-satunya bagian dunia yang terus melarikan diri dari pengaruh NATO adalah Amerika Latin, sebuah wilayah yang telah disimpan oleh Washington. DI tempat lain, para pengikut Pentagon diundang untuk mengirim pasukan mereka untuk membela kepentingan kekaisaran mereka.
Hari ini, NATO terlibat dalam semua peperangan saat ini. NATO lah yang mengkoordinasikan jatuhnya Libya, pada tahun 2011, setelah komandan AFRICOM, Jenderal Cartel Ham memprotes penggunaan Al-Qaeda untuk menggulingkan Muammar Qaddafi. NATO lah, yang pada tahun 2012 mengkoordinasikan perang melawan Suriah dari instalasi Komando Sekutu Darat di Izmir di Turki.
Sedikit demi sedikit, negara-negara non-Eropa telah terintegrasi ke dalam NATO, dengan berbagai tingkat partisipasi. Para anggota terbarunya adalah Bahrain, Israel, Jordan, Qatar dan Kuwait, yang masing-masing memiliki kantor di markas NATO sejak tanggal 4 Mei.
NATO hari ini
Setiap negara anggota diwajibkan untuk mempersenjatai piraknya sendiri dalam persiapan perang putaran berikutnya, dan mendedikasikan 2% dari PDB mereka untuk persiapan ini, bahkan jika, apda kenyataannya, ini masih jauh dari angka-angka yang akurat. Karena persenjataan harus sesuai dengan standar NATO, para anggota diundang untuk membelinya dari Washington.
Tentu saja, masih ada beberapa produsen senjata nasional, namun tidak untuk lama. Selama dua puluh terakhir, NATO secara sistematis menekan penghancuran industri militer dan penerbangan di negara-negara anggotanya, kecuali yang ada di AS. Pentagon telah mengumumkan pembangunan sebuah pesawat tempur multifungsi dengan harga yang tidak ada duanya, F-35 Joint Strike Fighter. Semua negara anggota memesan pesawat ini dan menutup industri miltier mereka sendiri. Dua puluh tahun kemudian, Pentagon masih belum berhasil menciptakan satu pun dari pesawat-pesawat canggih ini, dan sebaliknya dipaksa untuk memberikan F-22 di berbagai pameran senjata. Klien mereka terus-menerus diminta untuk membantu mendanai penelitian, sementara Kongres AS sedang mempelajari kemungkinan untuk membangun ulang pesawat-pesawat tua, karena dalam semua kemungkinan yang tersedia, F-35 ini mungkin tidak akan pernah dibangun.
Jadi NATO ini berfungsi seperti mafia pemeras – mereka yang tidak membayar akan harus membiasakan negara mereka dengan serangan-serangan teroris.
Sekarang bahwa AS telah mendukung sekutu-sekutu mereka ke dalam posisi ketergantungan pada industri militer AS, mreka telah berhenti untuk memperbaharuinya. Sementara itu, bagaimanapun juga, Rusia telah membangun kembali industri militer mereka sendiri, dan China juga mengikutinya dari belakang. Tentara Rusia telah lebih banyak memproduksi daripada Pentagon dalam hal peralatan konvensional. Sistem-sistem yang dikerahkannya di bagian Barat Sriah dan Laut Hitam dan di Kaliningrad memungkinkan pihaknya untuk menyabotase jaringan komunikasi NATO, yang harus meninggalkan pengawasan atas wilayah ini. Dalam hal aeronautika, Rusia telah menciptakan pesawat-pesawat tempur multifungsi yang, di antara fungsi-fungsi yang mereka miliki, mampu membuat para pilot NATO menjadi iri. Adapun China, mungkin akan menyalip NATO dalam hal persenjataa konvensional dalam dua tahun ke depan.
Jadi NATO sekarang sedang menyaksikan keruntuhan dari aliansi mereka sendiri, dan akibatnya pembusukan diri mereka sendiri, tanpa reaksi – dengan pengecaulian dari Inggris.
Mengenai ISIS
Setelah histeria pada tahun 2000 mengenai al-Qaeda, musuh baru sekarang mengancam kita – ISIS. Semua negara anggota telah diundang untuk bergabung dengan Koalisi Global untuk menggulingkannya. Dalam Pertemuan Warsawa, NATO mengucapkan selamat kepada diri mereka sendiri untuk kemenangan di Irak dan bahkan di Suriah, meskipun intervensi militer Rusia, dan kehadiran militernya yang penting dan dukungan bagi rezim Suriah yang merupakan sebuah sumber resiko dan tantangan tambahan bagi keamanan NATO.
Sejak semua orang tahu bahwa ISIS ini diciptakan pada tahun 2006 oleh Amerika Serikat, sekarang kita diberitahu bahwa NATO telah beralih untuk melawan mereka sama seperti saat kita diberitahu cerita yang sama tentang al-Qaeda. Namun pada tanggal 8 Juli, ketika Tentara Arab Suriah berjuang melawan beberapa kelompok teroris (termasuk ISIS) di bagian timur Homs, Angkatan Udara AS terbang untuk melindugni para teroris selama empat jam lamanya. Kali ini serangan udara tersebut digunakan oleh ISIS untuk menghancurkan garis pipa yang menghubungkan Suriah, Irak dan Iran. Atau lagi, selama serangan teroris pada tanggal 4 Juli di Arab Saudi (terutama serangan-serangan di seberang jalan Konsulat AS di Jeddah) ISIS menggunakan bahan peledak militer teknologi tinggi yang hanya dimiliki oleh Pentagon. Jadi tidaklah sulit untuk memahami bahwa sementara Pentagon memerangi ISIS di zona-zona tertentu, pada saat bersamaan pihaknya memasok mereka dengan persenjataan dan dukungan logistik di zona lainnya.
Contoh Ukraina
Penjahat lainnya adalah Rusia. Tindakan agresifnya, termasuk kegiatan militer provokatif di pinggiran wilayah NATO, dan niat yang diakui untuk mencapai tujuan politiknya dengan ancaman atau dengan penggunaan kekuatan, merupakan sumber ketidakstabilan regional, dan merupakan tantangan yang mendasar bagi NATO.
NATO menyalahkan Rusia karena telah menganeksisasi Crimea, yang mana memang benar telah menganeksasinya, namun membantah konteks dari aneksasi tersebut – kudeta yang diselenggarakan oleh CIA di Kiev, dan penempatan pemerintahan yang beberapa anggotanya adalah Nazi. Singkatnya, para anggota NATO diizinkan untuk melakukan apa yang mereka inginkan, sementara Rusia dituduh melanggar pernjanjian yang telah dibuatnya dengan NATO
KTT Warsawa
Pertemuan ini tidak memungkinkan Wahsington untuk menutupi kebocoran tersebut. Inggris yang baru saja mengakhiri hubungan istimewanya dengan meninggalkan Uni Eropa, telah menolak untuk meningkatkan partisipasinya dalam NATO untuk mengimbangi keluarnya dari Uni Eropa. London saat ini sedang bersembunyi di balik perbubahan yang akan datang dari pemerintahannya untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan.
Paling-paling, NATO telah mampu untuk membuat dua keputusan – untuk mendirikan pangkalan-pangkalan permanen di sepanjang perbatasan Rusia dan untuk mengembangkan perisai anti-rudal. Karena keputusan pertama bertentangan dengan pelibatan NATO, Inggris mungkin akan mengerahkan pasukan secara alternatif sehingga tidak akan pernah ada kontingen militer yang permanen, namun tentara selalu hadir. Keputusan kedua terdiri dari menggunakan wilayah sekutu untuk mengerahkan pasukan AS dan sebuah sistem senjata. Untuk menghindari mengganggu rakyat mereka akan menduduki, AS telah setuju untuk menempatkan perisai-perisai anti-rudal tidak di bawah komando mereka sendiri, namun di bawah NATO. Namun, ini adalah sebuah perubahan yang hanya ada di atas kertas, karena Panglima Tertinggi NATO saat ini, Jenderal Curtis Scaparrotti harus, dan karena kewajiban seorang perwira AS, taat kepada Presiden Amerika Serikat saja.
Thierry Meyssan
