Paul Wolfowitz merupakan pejabat tinggi AS yang merancang dan bertanggung jawab atas sejumlah besar kematian dan kerusakan besar di kawasan timur tengah.
Apa yang dimaksud adalah pemikiran Wolfowitz dan para neokonservatif bahwa Amerika Serikat tidak akan aman kecuali menguasai seluruh dunia.
Paul Dundes Wolfowitz (lahir di Brooklyn pada 22 Desember 1943) adalah perancang strategi politik AS. Pernah menjabat Wakil Menteri Pertahanan AS, pernah menjadi perancang strategi Pentagon. Wolfowitz terpilih menjadi presiden Bank Dunia pada 31 Maret 2005. Ia kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri pada akhir Mei 2007 akibat kontroversi konflik kepentingan menyangkut kompensasi yang sangat besar untuk pacarnya yang juga bekerja di Bank Dunia.
Pada masa pemerintahan Ronald Reagan, Wolfowitz adalah Duta Besar AS untuk Indonesia dari 1986 hingga 1989.
Wolfowitz dianggap sebagai seorang neokonservatif dan mungkin seorang pendukung Leo Strauss yang dikenal dengan pandangan pro-Israelnya.
Ketika Uni Soviet runtuh, Wolfowitz (yang pada saat itu merupakan seorang pejabat tinggi Pentagon) menulis doktrin Wolfowitz. Doktrin tersebut menyatakan bahwa tujuan utama dari kebijakan luar negeri AS adalah untuk mencegah munculnya negara-negara lain yang dapat menjadi penghalang bagi unilateralisme AS. Negara-negara yang dimaksud adalah Rusia dan China.
Apakah ini yang diinginkan oleh rakyat AS?
Namun dengan mesin voting elektronik, pertanyaan tersebut tidak akan diputuskan oleh apa yang diinginkan oleh rakyat AS, namun bergantung pada bagaimana mesin elektronik tersebut diprogram sehingga memberikan hasil suara. AS telah menjalani serangkaian pemilu di mana jajak pendapat (selalu menjadi indikator yang dapat diandalkan untuki memprediksi siapa yang akan memenangkan pemilu, sebelum adanya mesin voting elektronik) menunjukkan bahwa pemenang pemilu berbeda dari hasil mesin pemungutan suara elektronik.
Bagaimana kerahasiaan mesin voting tersebut diprogram, dilindungi oleh hak milik perangkat. Mesin tersebut tidak memiliki jejak kertas, dengan demikian menghalangi penghitungan ulang.
Mereka yang menindas dan mengendalikan AS tidak akan menyerahkan tampuk kendali tanpa perang dunia. Di AS, kelicikanan telah merebut kekuasaan dari tangan rakyat, dan kelicikan tersebut tidak akan memberikannya kembali.
Curtis Gans, Direktur Pusat non-partisan untuk Studi Pemilih Amerika, memprediksi jumlah golput akan naik secara signifikan.
Dia memprediksi bahwa tahun ini, kemungkinan 90 juta warga AS yang memilih golput alias tak memberikan suaranya. "Kecenderungan jangka panjang cenderung mengerikan," kata Gans.
"Tingginya kurang kepercayaan pada para pemimpin kita, kurangnya perasaan positif tentang lembaga-lembaga politik, efek pemecah-belah dan sinisme akan menjadi pendorong bagi mereka untuk menolak berpartisipasi dalam pemilu," katanya.
Paul Craig Roberts / Anita Fransiska / Nina Fitri




