• HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE
    • ENTERTAINMENT

Menyerang Ahok dengan SARA, Apakah Bagian dari Demokrasi?

Dik Jokowi, yang Rekomendasikan Kamu Siapa toh, Kata Megawati

Presiden Obama Calonkan Seorang Muslim Pertama Jadi Hakim Federal

Arab Saudi Batalkan Ratusan Proyek Bernilai Puluhan Milyar Dolar

Apakah ini yang Diinginkan oleh Rakyat AS?

Category Category: FEATURES

Paul Wolfowitz merupakan pejabat tinggi AS yang merancang dan bertanggung jawab atas sejumlah besar kematian dan kerusakan besar di kawasan timur tengah. 


Apa yang dimaksud adalah pemikiran Wolfowitz dan para neokonservatif bahwa Amerika Serikat tidak akan aman kecuali menguasai seluruh dunia.

Paul Dundes Wolfowitz (lahir di Brooklyn pada 22 Desember 1943) adalah perancang strategi politik AS. Pernah menjabat Wakil Menteri Pertahanan AS, pernah menjadi perancang strategi Pentagon. Wolfowitz terpilih menjadi presiden Bank Dunia pada 31 Maret 2005. Ia kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri pada akhir Mei 2007 akibat kontroversi konflik kepentingan menyangkut kompensasi yang sangat besar untuk pacarnya yang juga bekerja di Bank Dunia. 

Pada masa pemerintahan Ronald Reagan, Wolfowitz adalah Duta Besar AS untuk Indonesia dari 1986 hingga 1989.

Wolfowitz dianggap sebagai seorang neokonservatif dan mungkin seorang pendukung Leo Strauss yang dikenal dengan pandangan pro-Israelnya.

Ketika Uni Soviet runtuh, Wolfowitz (yang pada saat itu merupakan seorang pejabat tinggi Pentagon) menulis doktrin Wolfowitz. Doktrin tersebut menyatakan bahwa tujuan utama dari kebijakan luar negeri AS adalah untuk mencegah munculnya negara-negara lain yang dapat menjadi penghalang bagi unilateralisme AS. Negara-negara yang dimaksud adalah Rusia dan China. 

Apakah ini yang diinginkan oleh rakyat AS? 

Namun dengan mesin voting elektronik, pertanyaan tersebut tidak akan diputuskan oleh apa yang diinginkan oleh rakyat AS, namun bergantung pada bagaimana mesin elektronik tersebut diprogram sehingga memberikan hasil suara. AS telah menjalani serangkaian pemilu di mana jajak pendapat (selalu menjadi indikator yang dapat diandalkan untuki memprediksi siapa yang akan memenangkan pemilu, sebelum adanya mesin voting elektronik) menunjukkan bahwa pemenang pemilu berbeda dari hasil mesin pemungutan suara elektronik. 

Bagaimana kerahasiaan mesin voting tersebut diprogram, dilindungi oleh hak milik perangkat.  Mesin tersebut tidak memiliki jejak kertas, dengan demikian menghalangi penghitungan ulang.

Mereka yang menindas dan mengendalikan AS tidak akan menyerahkan tampuk kendali tanpa perang dunia. Di AS, kelicikanan telah merebut kekuasaan dari tangan rakyat, dan kelicikan tersebut tidak akan memberikannya kembali.

Curtis Gans, Direktur Pusat non-partisan untuk Studi Pemilih Amerika, memprediksi jumlah golput akan naik secara signifikan. 

Dia memprediksi bahwa tahun ini, kemungkinan  90 juta warga AS yang memilih golput alias tak memberikan suaranya. "Kecenderungan jangka panjang cenderung mengerikan," kata Gans.

"Tingginya kurang kepercayaan pada para pemimpin kita, kurangnya perasaan positif tentang lembaga-lembaga politik, efek pemecah-belah dan sinisme akan menjadi pendorong bagi mereka untuk menolak berpartisipasi dalam pemilu," katanya. 

 

Paul Craig Roberts / Anita Fransiska / Nina Fitri

ShareThis

Menyerang Ahok dengan SARA, Apakah Bagian dari Demokrasi?

Pengalaman Pahit dalam Usia 20 Tahunan

Dik Jokowi, yang Rekomendasikan Kamu Siapa toh, Kata Megawati

Presiden Obama Calonkan Seorang Muslim Pertama Jadi Hakim Federal

Arab Saudi Batalkan Ratusan Proyek Bernilai Puluhan Milyar Dolar

Apple akan Perkenalkan iPhone 7 Terbaru

Soal Pistol, Gatot Brajamusti akan Dikonfrontir dengan Ary Suta

.

  • facebook
  • google+
  • twitter
  • tumblr
  • Linkedin

Menyerang Ahok dengan SARA, Apakah Bagian dari Demokrasi?

Dik Jokowi, yang Rekomendasikan Kamu Siapa toh, Kata Megawati

Presiden Obama Calonkan Seorang Muslim Pertama Jadi Hakim Federal

Arab Saudi Batalkan Ratusan Proyek Bernilai Puluhan Milyar Dolar

Apple akan Perkenalkan iPhone 7 Terbaru

Soal Pistol, Gatot Brajamusti akan Dikonfrontir dengan Ary Suta

Cegah Penyebaran Virus Zika, WHO Perkuat Panduan Seks Aman

Mantan Presiden Rousseff Angkat Kaki dari Istana Kepresidenan

Unicef: 50 Juta Anak di Seluruh Dunia Tumbang

Pengalaman Pahit dalam Usia 20 Tahunan

Sunat Perempuan di Indonesia, Tradisi atau Ajaran Agama?

Sisa-sisa Sosialisme Utopia di Moskow

Anak Indonesia 12 Tahun, Mahasiswa Termuda University of Waterlo Kanada

Hiperbola Boris Johnson: Uni Eropa adalah Gagasan Hitler

Hiperbola Boris Johnson: Uni Eropa adalah Gagasan Hitler

Kepribadian Manusia Bisa Terlihat Dari Struktur Air Mata

Penyelenggaraan Ibadah Haji Tidak Steril dari Politik

Menjangkau Masyarakat Termiskin Indonesia

Keunggulan Android Nougat, Sistem OS Baru Google

Om Erdogan sempat Bikin Pak Jokowi mirip Figuran

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Ahok, Jokowi, dan Sunny Tanuwidjaja

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Pergilah Lebih Tinggi, Lihatlah Jiwa Manusia

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Atas Nama Kekuasaan dan Syahwat

Belajar Seni Retorika dan Kharisma dari Steve Jobs

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Gereja Makam Yesus Dipercayakan Kepada Keluarga Muslim, Kenapa?

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • FEATURES
Powered by Helix
Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates
Goto Top
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE
    • ENTERTAINMENT