Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, dengan potensi panas bumi sebesar 28.635 MW 1, setara 40 persen cadangan panas bumi dunia.
Dengan letak geografis Indonesia yang berada pada jalur gunung api, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang melimpah, yang dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan penghasil listrik.
Namun demikian, Indonesia baru memanfaatkan 5 persen dari potensi tersebut karena sebagian besar terletak di area-area "terlindungi” seperti hutan lindung dan area konservasi.
Sebelumnya, aktivitas pemanfaatan energi panas bumi dikategorikan sebagai aktivitas pertambangan sehingga segala aktivitas eksplorasi dan pengeboran pada area tersebut dilarang dilakukan. Sementara regulasi yang baru telah membedakan antara aktivitas panas bumi dan pertambangan, sehingga menciptakan berbagai kesempatan baru.

Reservoir panas bumi terdiri dari empat komponen utama: reservoir, fluida panas bumi, cap rock (batuan penutup) dan sumber panas. Reservoir berfungsi sebagai wadah, bertugas sebagai penampung fluida panas bumi yang terperangkap di bawah permukaan, dapat berupa air atau uap panas, atau keduanya. Cap rock, lapisan batuan yang berperan sebagai penutup atau tudung, berada di atas reservoir, yang berfungsi mencegah fluida panas bumi hilang ke permukaan. Sedangkan magma adalah sumber panas yang berfungsi memanaskan cairan panas bumi yang kemudian berubah menjadi sumber energi.
Dalam pemanfaatannya energi panas bumi membutuhkan pemboran sumur-sumur ke dalam perut bumi, dimana sumur-sumur tersebut bisa mencapai kedalaman hingga 4 kilometer. Energi yang ada pada fluida panas bumi didalam perut bumi tersebut kemudian dialirkan ke permukaan untuk menggerakkan turbin dan kemudian menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut salah satunya digunakan sebagai sumber listrik untuk ribuan rumah.
Berbagai eksplorasi dan pengeboran lapangan baru mulai banyak dilakukan. Saat ini Indonesia adalah negara ketiga penghasil energi panas bumi terbesar di dunia, dengan tujuh lapangan panas bumi yang tersebar di Jawa, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara dengan total produksi sebesar 1.439 MW 2 .
Pembangkit listrik Wayang Windu yang dioperasikan oleh Star Energy di Jawa Barat merupakan salah satu pembangkit listrik panas bumi terbesar di Indonesaia dengan kapasitas terpasang saat ini sebesar 227 MW atau 16 persen dari produksi panas bumi untuk listrik nasional.
Lapangan Wayang Windu berada pada reservoir unik, yang merupakan transisi dari dominasi uap air dan air pada area seluas 40 kilometer persegi, merupakan salah satu potensi yang sangat besar.
Boyke Bratakusuma / National Geographic
Boyke Bratakusuma / National Geographic
