• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Elizabeth Collins, Indonesia Betrayed dan Nurani Dunia

Follow @GALABERITA
Category Category: PERSONA

Ibu Collins, dosen di Ohio University yang dekat dengan mahasiswa Indonesia selama kuliah di Universitas ini, memiliki sumbangsih besar dalam perkembangan demokrasi di Indonesia, melalui bukunya “Indonesia Betrayed”.


Elizabeth Collins, atau yang akrab dipanggil ibu Collins oleh mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Ohio University memang tak asing dengan Indonesia. Profesor pada program kajian Asia Tenggara ini pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia pada tahun 1971. Ia datang ke Indonesia untuk menemani suaminya yang merupakan seorang antropolog untuk melakukan riset di Pagar Alam, Sumatra Selatan selama dua tahun.

"Ketika saya kembali ke Indonesia sekitar tahun 1992 sampai 1994 untuk memulai riset saya sendiri, Indonesia, khususnya Sumatra Selatan sudah menjadi tempat yang berbeda," ujarnya.

Elizabeth menemukan banyak permasalahan sehingga menimbulkan protes dari kalangan mahasiswa dan petani, hingga berlanjut pada jatuhnya pemerintahan rezim Soeharto.

"Jadi daripada menulis tentang masalah pembangunan yang dihadapi Indonesia sekitar tahun 90-an, saya memutuskan untuk meneliti bagaimana masalah-masalah ini dapat membuat Indonesia berubah menjadi lebih Demokratis dan pemerintahannya lebih terdesentralisasi. Penelitian ini membuat saya bekerja di Indonesia selama sepuluh tahun, sejak tahun 1994 hingga 2004 dengan aktivis dari Sumatra Selatan dan Jakarta," sambungnya.

Penelitian ini juga melahirkan buku pertama bu Collins yang berjudul "Indonesia Betrayed" atau "Indonesia Dikhianati". Dalam dunia pendidikan, bu Collins juga banyak membantuk mahasiswa Indonesia yang kerap disebut "mafia Ohio".

"Di Ohio University, saya berhasil membantu beberapa mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa untuk belajar di sini, juga ada beberapa mahasiswa Fulbright, dimana kita akhirnya membentuk suatu komunitas. Komunitas ini namanya "Nurani Dunia" dan telah memiliki jaringannya sendiri. Jadi kalau ada hal yang saya pelajari dari orang Indonesia adalah kekuatan jaringannya," sambung bu Collins.

Yayasan "Nurani Dunia" adalah lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk bersama sosiolog Imam Prasodjo di tahun 1997. Setelah kunjungannya ke Ambon, yayasan ini telah mendirikan lebih dari lima belas sekolah dengan pengelolaan yang transparan.

"Perjalanan ke Ambon adalah perjalanan yang mengubah hidup saya. Saya menyadari bahwa saya bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia, dengan bantuan people-to-people, di mana masyarakat yang beragama Kristen bisa membantu masyarakat Muslim dan begitupun sebaliknya. Kami mencoba untuk menjembatani hubungan yang mulai renggang," jelasnya.

Bu Collins juga ikut berperan dalam mendirikan pusat studi antar kelompok dan resolusi konflik di FISIP UI. Pusat studi ini memiliki aktivitas seperti mengadakan pelatihan seperti membuat pelaporan mengenai konflik, menyatukan masyarakat dan membahas perbedaan yang ada.

"Ini adalah keuntungan dari menjadi seorang akademisi, di mana saya bisa melakukan berbagai aktivitas ini, dan juga merupakan tugas saya untuk berbagi apa yang telah saya pelajari kepada orang lain," ujar bu Collins.

 

VOA / Siti Rahmah
Follow @GALABERITA
Follow @GALABERITA

Arcandra Segera Syah WNI, dengan Wewenang Presiden dan DPR

Presiden Dorong DPR Segera Revisi UU Kewarganegaraan

Larangan Burkini Meluas di Kota-kota Pantai Perancis

Instruksi Presiden: Industri Pesawat Komersial di Majalengka, Pesawat Tempur di Bandung

Ayah Bayiku adalah Teroris yang Menculikku

Arcandra Segera Syah WNI, dengan Wewenang Presiden dan DPR

Presiden Dorong DPR Segera Revisi UU Kewarganegaraan

Larangan Burkini Meluas di Kota-kota Pantai Perancis

Instruksi Presiden: Industri Pesawat Komersial di Majalengka, Pesawat Tempur di Bandung

Ayah Bayiku adalah Teroris yang Menculikku

Tak Ditemukan Gangguan Kejiwaan Berat Pada Jessica

Alvionita, Anak Jenius dari Papua

Dana Pampasan Perang, Ganti Rugi Penjajahan

Ketika Bandung Jantung Politik Dunia

Hanya dengan Angin, Skotlandia Hasilkan Daya Listrik Besar

Memoar Pahit Sang Kolonialis di Kalijati

Aplikasi Duo, Video Call Terbaru Google

Presiden Erdogan dalam Ragam Komentar Netizen Indonesia

Mohammad Hatta: Legende dan Realitet Sekitar Proklamasi

Arcandra Gagal Menghadapi Situasi Pelik Penuh Jebakan

Hati-hati, Makanan Ini Tingkatkan Risiko Kanker

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

PayTren, Aplikasi Bertransaksi dari Bandung yang Mulai Mendunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Beli Mobil Honda Bisa Dicicil Rp 1 Juta per Bulan, DP Rp 20 Juta

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • PERSONA
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu