• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Tak Ditemukan Gangguan Kejiwaan Berat Pada Jessica

Follow @GALABERITA
Category Category: NASIONAL

Pakar Psikologi forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr Natalia Widiasih Raharjanti dalam kesaksiannya mengatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

 

"Jessica tidak ada tanda gangguan kejiwaan berat. Kami memeriksanya selama enam hari pada 11 hingga 16 Februari 2016," kata dr Natalia dalam kesaksiannya pada sidang lanjutan kasus kematian Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kamis 18 Agustus 2016

 

Natalia mengatakan metode pemeriksaan yang dilakukan adalah pendekatan komprehensif, salah satunya lewat wawancara menyeluruh.

 

"Menanyakan apa yang dia rasa. Apa yang dia pikir atau rasa karena tidak cukup observasi saja," kata psikiater dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu.

 

Natalia dan timnya juga memeriksa data-data dari penyidik antara lain berupa rekaman percakapan telepon, transkrip percakapan elektronik dan rekaman CCTV di Kafe Olivier.

 

Inkonsistensi

 

Tim psikiater forensik dalam kesaksiannya mengatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso, menemukan lima inkonsistensi saat menjalani pemeriksaan

 

"Ada lima inkonsistensi terdakwa. Kami tidak pernah tahu apakah itu bohong atau tidak. Yang kami lihat adalah kesenjangan antara apa yang dikatakan dengan fakta," kata psikiater dr Natalia

 

Psikiater menjelaskan, inkonsistensi pertama, Jessica mengatakan membantu menggoyang-goyangkan Mirna saat kejadian perkara, tetapi itu tidak cocok dengan tayangan rekaman CCTV.

 

Selanjutnya, Jessica mengatakan tidak datang ke rumah duka karena kambuh asma, sementara menurut Natalia, terdakwa mengaku asmanya sudah lama tidak pernah kambuh lagi.

 

Inkonsistensi lainnya, Jessica mengatakan Hani mungkin dilarang oleh keluarga Mirna untuk menghubungi dirinya sehingga tidak pernah mendapatkan balasan pesan saat menghubungi Hani melalui WhatsApp.

 

Namun, kata Natalia, ini tidak sesuai dengan pernyataan Hani yang mengatakan masih menghubungi Jessica yang justru tidak mendapatkan balasan dari Jessica.

 

Jessica juga mengaku tidak pernah mengalami permasalahan psikologis saat putus dengan pacarnya, Patrick. Ini juga tidak sesuai dengan informasi dari beberapa rekan kerjanya, kata Natalia.

 

Cenderung agresif

 

Psikiater dr Natalia juga mengatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso punya kecenderungan agresif saat mempunyai banyak persoalan

 

"Jessica baik-baik saja pada 2008-2009. Bulan-bulan akhir 2015 dia banyak masalah, berdasarkan analisa kami," kata Natalia

 

Saksi Ahli natalis juga menegaskan saat dalam kondisi banyak masalah dan tekanan, Jessica cenderung bersikap agresif secara tiba-tiba baik terhadap diri sendiri atau pun orang lain.

 

"Data dari kepolisian New South Wales yang kami dapatkan, kalau ada tekanan misalnya putus pacar atau terkait relasi, kecenderungan agresifitas itu muncul," kata Natalia.

 

Menurut Natalia, kondisi Jessica dalam kehidupan sehari-hari seperti di tempat kerja, dapat dikatakan normal jika tidak berada dalam tekanan.

 

"Dia normal, tetapi dalam situasi tekanan ini bisa muncul kelihatan emosinya bisa bentuknya marah atau menyakiti diri," jelasnya.

 

Sumber: Persidangan Jessica

Follow @GALABERITA

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Jemparingan, Tradisi Kuno Yang Hidup Lagi di Yogyakarta

Komunisme Sudah Mati Dimangsa Kapitalisme

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Obama dan Dusta Perang Melawan Teroris di Suriah

Patung Donald Trump, Intermeso Pilpres AS

Mungkin Anda Stroke Kalau Mengalami Ini

Bila Otak Anda Mati, Apa yang Terjadi?

Ini Jenis Fobia yang Mungkin Anda Miliki

Saya 31 Tahun, Masih Perjaka, Kecanduan Pornografl

Cara Menghilangkan Rasa Trauma

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Sepakbola Tinju ala Italia, dan Festival Tukang Sihir Jerman

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • NASIONAL
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu