Para wartawan dari Le Monde Perancis menerbitkan hasil investigasi mereka sendiri mengenai keterlibatan AS di Suriah, yang diduga menjadi salah satu perekayasa berkembangnya ISIS. Bahwa AS telah menciptakan sebuah “prakondisi yang sempurna” bagi gerakan fanatik yang haus darah di Timur Tengah yang telah membantai ribuan warga sipil.
Situs media alternatif CounterPunch mencatat:
Pemerintahan Obama sepenuhnya menyadari konsekuensi dari tindakannya di Suriah namun pihaknya terus menjalankan kebijakan untuk mendanai, melatih, mempersenjatai dan melegitimasi apa yang disebut dengan “oposisi Suriah”. Sebagian kecil dari kelompok ini terdiri dari tentara Suriah yang membelot, yang meyebut diri mereka sendiri dengan Free Syrian Army, namun sebagian besar dari kelompok ini adalah para ekstremis yang secara rutin diberikan dana, dilatih dan dipersenjatai oleh aliansi kekuatan Barat, Turki, Saudi dan negara-negara Teluk.
Selain itu, Michael McCaul, ketua Komite Keamanan Dalam Negeri menuduh pemerinah AS atas kebijakan yang gagal di Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara dengan ABC menggarisbawahi sebuah fakta bahwa pembuat kebijakan tersebut, pemerintahan Obama bertanggung jawab atas kemunculan dan pembentukan ISIS di Irak dan Suriah.
Fakta bahwa terorisme ini terus menyebar karena pemerintahan Obama telah dilaporkan oleh The Washington Post:
Jika ia menyerang ISIS lebih awal, Obama dapat menghentikan kelompok tersebut menyebar luas. Ia tidak melakukan apa-apa, sedangkan kanker terorisme tersebut tumbuh di Suriah dan menyebar ke Irak.
Sekarang kanker tersebut telah menyebar dan menjalar di seluruh dunia. Menurut sebuah analisa CNN baru-baru ini, sejak menyatakan kekhalifahan pada tahun 2014, ISIS telah melakukan 90 serangan di 21 negara di luar Irak dan Suriah yang telah menewaskan 1.390 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya. ISIS telah hadir di lebih dari 12 negara.
Al-Qaeda juga telah mendapatkan kembali wilayah di Yaman, afiliasi al-Qaeda di Suriah (al-Nusra) menimbulkan salah satu ancaman yang paling signifikan dan jauh lebih berbahaya daripada ISIS dalam jangka panjang.
Jadi sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk menuntut pemerintahan Obama mengakui, kemana perginya miliaran dolar yang dialokasikan pada apa yang disebut dengan “Perang Melawan Teror”?
Zejournal / Jean Perier / Nina Fitri
