• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Ketika Bandung Jantung Politik Dunia

Follow @GALABERITA
Category Category: FEATURES

Sebanyak 29 negara yang baru atau belum merdeka mencoba membebaskan diri dari himpitan neokolonialisme dengan berkumpul di Bandung. Setidaknya pada tanggal 18 April 1955, kota tersebut menjadi pusat episentrum kekuatan politik negara-negara berkembang yang muak dengan tekanan Perang Dingin.




Konfrensi Asia Afrika di Bandung diikuti oleh 23 negara Asia dan enam negara Afrika yang mewakili separuh penduduk Bumi. Saat itu Perang Dingin antara Uni Sovyet dan Amerika Serikat sedang memuncak. Konferensi di Bandung nantinya menjadi batu loncatan bagi terbentuknya kelompok negara-negara Non Blok.



Konferensi yang disiapkan oleh Ruslan Abdulgani itu antara lain dihadiri oleh Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser (3 dr. Ki.) dan pangeran Faisal Ibn Abdul Azis yang kemudian menjadi raja Arab Saudi (2 dr. Ki.) Terutama Nasser menjadi figur utama dalam konfrensi di Bandung. Ia antara lain berhasil membujuk negara lain mendukung kemerdekaan Tunisa, Aljazair dan Maroko dari penjajahan Perancis.



Perdana Menteri Cina, Zhou En Lai adalah nama mentereng lain yang hadir di Bandung. Zhou sempat selamat dari percobaan pembunuhan sesaat sebelum bertolak ke Indonesia. Di konfrensi Asia-Afrika pemimpin Cina itu memiliki misi besar, yakni memperkuat posisi Cina di dunia internasional dan mengisolasi Taiwan.



PM Cina Zhou, tampak berbicara dengan Mufti Palestina Amin al Husaini, juga menandatangani deklarasi yang menyerukan kepada warga Tionghoa di luar negeri agar menyatakan loyalitas terhadap negara tempat tinggal dan bukan kepada Cina. Point tersebut adalah isu sensitif buat Indonesia dan beberapa negara lain yang hadir dalam konferensi.



Serupa kepala negara lain, Sukarno memanfaatkan Konferensi Asia Afrika buat mendorong agenda sendiri. Ia misalnya sukses memasukkan butir penolakan terhadap pembentukan negara Malaysia oleh Inggris dan membetoni klaim Indonesia atas Papua Barat.



Kendati kemudian menghilang, Konferensi Asia-Afrika membuka jalan bagi terbentuknya Gerakan Non Blok yang digalang oleh Sukarno, Gamal Abdul Nasser, PM India Jawaharlal Nehru, Presiden Ghana Kwame Nkrumah dan Presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito. Kelima negarawan sepakat menerapkan konsep "netralitas positif" untuk menghindari himpitan dua adidaya, Uni Sovyet dan Amerika Serikat.

 
 
DW / Siti Rahmah
SHARE
Follow @GALABERITA

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Jemparingan, Tradisi Kuno Yang Hidup Lagi di Yogyakarta

Komunisme Sudah Mati Dimangsa Kapitalisme

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Obama dan Dusta Perang Melawan Teroris di Suriah

Patung Donald Trump, Intermeso Pilpres AS

Detak Jantung Mempengaruhi Kebijaksanaan Anda

Mungkin Anda Stroke Kalau Mengalami Ini

Bila Otak Anda Mati, Apa yang Terjadi?

Ini Jenis Fobia yang Mungkin Anda Miliki

Saya 31 Tahun, Masih Perjaka, Kecanduan Pornografl

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Sepakbola Tinju ala Italia, dan Festival Tukang Sihir Jerman

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • FEATURES
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu