Sebuah metode khusus memungkinkan sistem politik Tiongkok mencapai transisi yang mulus. Secara hukum, Kongres Rakyat Nasional bisa atas namanya membubarkan partai komunis. Oleh karena itu, Xi Jinping dapat mempertimbangkan setelah menjabat satu atau dua kali lagi Sekretaris Jenderal, beralih menjabat sebagai ketua Kongres Rakyat Nasional, mengalihkan kekuatan militer ke Kongres Rakyat Nasional, yaitu membuat tentara dan negara menjadi “milik Kongres Rakyat Nasional.” Cara demikian adalah sah dan layak.
Akhir-akhir ini di media Hong Kong dan media asing tiba-tiba muncul gelombang diskusi arah politik Tiongkok pada masa akan datang dibawah kekuasaan Xi Jinping. Merujuk pada kemungkinan lebih dari 10 jenis perkiraan yang dilemparkan oleh media baru-baru ini pada masa kekuasaan Xi Jinping,
Beberapa ilmuwan telah mengemukakan bahwa jika Xi berniat, dapat menggunakan cara yang khusus secara legal menyingkirkan Partai Komunis, untuk mencapai transisi negara yang mulus.
AFP telah menerbitkan sebuah artikel dengan mengutip pandangan Christopher Johnson pakar masalah Tiongkok dari Pusat Studi dan Strategis Internasional AS, pakar politik di Universitas Bahasa Tionghoa Hong Kong dan banyak ilmuwan lain serta analis, mereka mengemukakan bahwa Xi tidak mengikuti kebiasaan PKT mengatur pengganti yang ditunjuk.
Ada tanda-tanda bahwa Xi Jinping berambisi membalik krisis yang menumpuk dari situasi politik Tiongkok secara tuntas, mungkin berusaha untuk memperpanjang masa jabatannya lebih dari 10 tahun.
Wu Zuolai ilmuwan Tiongkok yang tinggal di Amerika membahas apakah Xi Jinping akan memperpanjang mandat dan bagaimana mendominasi isu reformasi politik Tiongkok.
Terhadap rumor dunia luar yang mengatakan bahwa Xi Jinping akan membentuk presidensial, Wu Zuolai mengatakan bahwa sistem presidensial dibagi menjadi dua jenis, sistem presidensial partai negara dan sistem presidensial semua rakyat.
Jika Xi berkeinginan melaksanakan sistem presidensial dalam Partai Komunis Tiongkok/PKT, itu akan berubah menjadi “baik sebagai kaisar maupun presiden”, itu akan menjadi “hal yang mengerikan.” Jika yang diinginkan Xi adalah menerapkan presidensial rakyat, itu berarti bahwa partai demokrasi lainnya dapat bergabung jadi satu melakukan “persaingan politik” dengan partai Komunis yang berkuasa, dan ini barulah “maju membuka jalan ke depan.”
Wu Zuolai juga mengusulkan metode khusus yang memungkinkan sistem politik Tiongkok mencapai transisi yang mulus. Menurutnya secara hukum, atas nama National People’s Congress (NPC) Partai Komunis Tiongkok dapat disingkirkan.
Oleh karena itu, Xi bisa mempertimbangkan setelah menjabat satu atau dua kali lagi Sekjen, ia beralih menjabat sebagai ketua Kongres Rakyat Nasional. Pada saat yang sama membawa kekuatan militer ke Kongres Rakyat Nasional, yakni membuat tentara dan negara “milik NPC,” metode demikian adalah sah dan memiliki kelayakan.
