Amerika Serikat sedang mempertimbangkan memberikan dukungan militer kepada pemberontak yang bertempur melawan Daesh di dekat perbatasan Suriah- Turki
The Wall Street Journal, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Selasa 23 Agustus 2016 mengatakan, bahwa pemerintahan Obama sedang mempertimbangkan memberikan dukungan udara. intelijen dan mungkin dukungan lain bagi pemberontak Suriah yang berpangkalan di dekat perbatasan Turki, dalam upaya membantu memutuskan rute pasokan Daesh. Namun, keputusan belum dibuat tentang masalah ini.
Ankara mengumumkan pada Rabu 24 Agusrus 2016 pagi, bahwa pasukan Turki, didukung oleh pesawat koalisi pimpinan AS, memulai operasi militer untuk membersihkan kota Jarablus dari Daesh di dekat perbatasan dengan Suriah.
Media melaporkan adanya kehadiran besar pemberontak yang didukung Turki sedang membangun serangan dari Jarablus, sepanjang perbatasan Suriah-Turki. Diduga berjuang di bawah bendera Tentara pembebasam Suriah (FSA).
Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengumumkan bahwa Ankara akan memberikan "semua jenis dukungan yang dibutuhkan untuk membebaskan Suriah dan Irak dari Daesh.
Suriah telah terperosok dalam perang saudara sejak 2011, Pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Bashar Assad memerangi sejumlah faksi oposisi dan kelompok-kelompok teroris,terutama kelompok teroris Daesh,
Sadarudin.
Sumber: The Wall Street Journal
