Hasil jajak pendapat terbaru, calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton memimpin 12 prosentase poin atas saingannya dari Partai Republik, Donald Trump,
Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Reuters / Ipsos, pada hari Selasa 24 Agustus 2016 , menunjukkan mantan menteri luar negeri Clinton berhasil meraup dukungan 45 persen suara dibandingkan dengan miliarder New York hanya memperoleh dukungan 33 persen. sedangkan 22 persen lainnya tak memilih keduanya
Clinton untuk sementara memimpin didepan Trump pada sebagian besar kampanye presiden 2016. Tapi kepemimpinannya yang terbaru menyajikan tingkat dukungan yang lebih kuat dan ini ditunjukkan dalam jajak pendapat edisi terbaru.
Dalam jajak pendapat sebelumnya, mantan Ibu Negara itu memimpin atas taipan real estate dalam kisaran antara 3 sampai 9 persen. Salah satu jajak pendapat yang dilaksanakan oleh McClatchy / Marist yang dilakukan pada awal Agustus lalu Clinton menunjukkan 15 poin lebih unggul dari Trump.
Clinton mengungguli Trump yang tergelincir dalam jajak pendapat Reuters / Ipsos dalam empat arah persaingan termasuk calon Libertarian Gary Johnson dan calon Partai Hijau Jill Stein. Dia menerima 41 persen menjadi 33 persen-nya. Dalam skenario itu, Johnson meraih 7 persen, sedangkan Stein mengantongi 2 persen.
Jajak pendapat ini dilakukan mulai dari 18-22 Agustus dengan mengambil sample nasional dengan 1115 responden yang akan memilih. Margin of error sebanyak 3 poin.
Jajak pendapat Reuters menegaskan bahwa pada titik ini, empat tahun lalu dukungan publik untuk calon lebih tinggi dalam pemilihan presiden antara Presiden Demokrat Barack Obama dan calon Partai Republik Mitt Romney.
"Sekarang mereka yang bimbang kemungkinan berpikir tentang mendukung kandidat pihak ketiga sebagai gantinya, dan bukan antara Clinton dan Trump," kata Tom Smith, pengarah pada Pusat Studi Politik dan Masyarakat di University of Chicago.
Sedangkan jajak pendapat yang dilaksanakan oleh Pew Research Center dan dirilis pekan lalu, mengatakan mayoritas orang Amerika berpandangan yang tidak menguntungkan bagi Trump, dengan 55 persen mengatakan Trump akan menjadi presiden yang buruk, sedangkan sisahnya 45 persen mengatakan hal yang sama tentang Clinton.
Tiga puluh satu persen mengatakan Clinton akan membuat presiden yang baik atau besar, sementara 27 persen mengatakan hal yang sama dari Trump.
81 persen dari pendukung Trump mengatakan, hidup lebih baik dibanding 50 tahun lalu dan 11 persen, mengatakan bagi warga AS sekarang hidup ini lebih buruk daripada 50 tahun yang lalu.
Namun, pendukung Clinton, 59 persen mengatakan hidup lebih baik dari lima dekade yang lalu dan 19 persen mengatakan itu lebih buruk.
Sadarudin.
Sumber: Reuters/Ipsos
Pew Research Center
McClatchy / Marist
