Pentagon peringatkan Suriah dan Rusia, bahwa AS siap untuk menembak jatuh jet-jet tempur milik Rusia dan Suriah yang terbang diatas wilayah udara Suriah dengan dalih serangan yang dilakukan oleh Suriah maupun Rusia diklaim mengancam penasehat militer AS di Suriah Utara
Ancaman itu muncul setelah jet tempur AS mencoba mencegat pesawat tempur Angkatan Udara Suriah di Suriah pekan lalu, namun jet tempur AS terlambat karena pesawat tempur suriah kembali ke pangkalannya sebelum jet tempur AS tiba.
Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengklaim pada hari Jumat pekan lalu bahwa jet tempur Amerika Serikat berusaha mencegat pesawat Suriah untuk melindungi penasihat militer Amerika (istilah yang sering digunakan untuk Pasukan Operasi Khusus AS yang beroperasi bersama pasukan Kurdi di Suriah ) setelah jet pemerintah Suriah membom kawasan itu.
Pada hari Senin 22 Agustus 2016, juru bicara Pentagon lainnya , Peter Cook, mengatakan, "Kami akan terus meminta rezim Suriah untuk menghindari kawasan operasi milisi Kurdi."
"Kami akan melindungi prajurit kami di darat, dan melakukan apa yang kami butuhkan untuk melindungi mereka," kata Cook kepada wartawan.
Dia mengatakan, "itu bukan zona larangan terbang, tetapi kalau saja rezim Suriah bijaksana tentu akan menghindari kawasan di mana pasukan koalisi sedang beroperasi."
Ketika ditanya tentang Rusia, Cook mengatakan AS juga akan memperlakukan sama terhadap jet tempur Rusia, yang menyerang sasaran Daesh di Suriah atas permintaan pemerintah yang sah sejak tahun lalu.
"Jika mereka mengancam pasukan AS, kami punya hak untuk membela dan melindungi pasukan kami," kata Cook.
Rusia meluncurkan ofensif udara di Suriah pada bulan September 2015. Menurut analis, sejauh ini kampanye Rusia berhasil mematahkan tulang punggung Daesh dan teroris lain di sana, dan telah memberikan kesempatan bagi pemerintah Suriah menghancurkan serangan teroris yang disponsori asing.
AS dan beberapa sekutu Arab, memulai kampanye mereka di Suriah pada bulan September 2014 tanpa otorisasi dari Damaskus atau mandat PBB.
Sejak itu, mereka telah melaksanakan serangan udara di Suriah namun serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS tidak berpengaruh dalam upaya menghentikan kemajuan kelompok teroris takfiri di sana.
Davis mengatakan Jumat pekan lalu, dua jet tempur SU-24 menyerang pasukan Kurdi yang sedang menjalani pelatihan bersama pasukan Operasi Khusus AS di Timur Laut kota Hasakeh, tetapi jet-jet itu pulang kepangkalan mereka saat jet tempur Amerika tiba.
Menanggapi pernyataan Amerika serikat, Komando Umum Angkatan Darat Arab Suriah mengatakan "Milisi Kurdi telah menyerang lembaga-lembaga negara, mencuri minyak dan kapas, menghalangi ujian, melakukan penculikan terhadap warga sipil tak bersenjata dan menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan."
Sejak Maret 2011, Suriah telah dicengkeram oleh kekacauan yang diciptakan oleh teroris yang disponsori asing, awalnya kelompok-kelompok teroris ini dilatih oleh CIA di Yordania pada tahun 2012 untuk mengacaukan pemerintah Suriah, kini menguasai sebagian besar Suriah dan Irak
Dodo Aditya.
Sumber: Press TV
