Rusia siap memperbaiki kerjasama ekonomi dan hubungan lainnya dengan Turki, Presiden Vladimir Putin mengatakan kepada rekannya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di St Petersburg. Ini adalah kunjungan luar negeri pertama Erdogan sejak upaya kudeta gagal bulan lalu.
Erdogan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin, dengan mengatakan "panggilan anda langsung setelah upaya kudeta very welcome".
Hubungan Rusia-Turki memburuk November lalu ketika Turki menembak jatuh pesawat pembom Rusia di perbatasan Suriah.
Kunjungan itu menyusul memburuknya hubungan Turki dengan Barat sebagai akibat kritik keras Barat atas langkah pembersihan yang dilakukan Erdogan terhadap pihak-pihak yang diduga bagian dari komplotan kudeta.
Sebelum meninggalkan Turki, Erdogan menyebut Presiden Putin sebagai "teman" dan mengatakan ia ingin membuka halaman baru dalam hubungan dengan Rusia.
Erdogan membuat bingung Barat karena kunjungi Rusia
"Kunjungan mendadak ini bagi saya merupakan tonggak baru dalam hubungan bilateral, kami mulai lagi dari yang bersih," kata Erdogan kepada kantor berita Rusia Tass Selasa 9 Agustus 2016
Putin mengatakan pembicaraannya dengan Erdogan meliputi "seluruh jajaran hubungan kami ... termasuk memulihkan hubungan ekonomi dan memerangi terorisme".
Setelah Turki menembak jatuh pembom Rusia Su-24, Rusia memberlakukan sanksi perdagangan dan menangguhkan paket wisata Rusia ke Turki.
Keuntungan dari kunjungan Erdogan ke Rusia
Perang kata-kata menyusul dijatuhkannya jet Rusia menjadi pukulan besar bagi perdagangan kedua negara. ekspor Turki ke Rusia pada semester pertama tahun ini turun menjadi $ 737 juta sekitar 60,5% jauh dibawah angka ekspor Turki ke Rusia pada periode yang sama tahun lalu, Harian Turki Sabah melaporkan.
Disamping itu pertikaian ini menyebabkan ditangguhkannya dua proyek energi utama utama yang dibangun bersama yaitu proyek pipa gas TurkStream menyeberangi Laut Hitam dan pembangkit nuklir Akkuyu yang dibangun oleh Rosatom Rusia di Turki.
Rusia hentikan pembicaraan proyek gas dengan Turki
Sebelum jatuhnya pembom Rusia, Bagi Turki Rusia adalah pasar ekspor utama untuk buah dan sayuran jadi sekarang Turki sangat ingin Rusia mencabut larangan impor berbagai produk pertanian dari Turki.
Tanda-tanda membaiknya hubungan Rusia dan Turki muncul pada akhir bulan lalu menyusul keputusan Rusia mulai menjadwalkan kembali penerbangan penumpang langsung dari Rusia ke Turki dan mengatakan selanjutnya sedang bergerak menuju penerbangan charter ke Turki dimana selama bertahun-tahun Turki telah menjadi magnet bagi wisatawan Rusia, dan beberapa resort di Turki menderita kerugian besar karena embargo perdagangan Rusia kepada Turki.
Dodo Aditya.
Sumber: BBC
