• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Mengapa Putri Masako Depresi sebagai Istri Putra Mahkota

Follow @GALABERITA
Category Category: FEATURES

Meski Naruhito dianggap siap untuk naik tahta, istrinya Masako telah kesulitan dan bergelut dengan depresi dalam menjalani kehidupan sebagai istri putra mahkota.


Ketika Putra Mahkota Jepang Naruhito melamar Masako Owada yang enggan menikahinya, ia berjanji akan melindunginya sepenuh jiwa raga. Namun hal itu akan semakin sulit dipenuhi jika, seperti yang diperkirakan, Kaisar Akihito turun tahta, dan perempuan yang selama ini kesulitan beradaptasi dengan kehidupan kerajaan akan menjadi permaisuri.

Akihito, 82, yang bersama istrinya Michiko telah merebut hati rakyat Jepang karena upayanya untuk warga miskin dan memulihkan luka akibat Perang Dunia II di luar negeri, mengindikasikan dalam pidato di televisi hari Senin (8/8) bahwa ia ingin turun tahta akibat usia lanjut.

Meski Naruhito, 56, yang dikenal jujur dianggap siap untuk naik tahta dan telah melakukan lebih banyak tugas resmi, Masako, 52, yang menolak lamaran Naruhito dua kali dalam masa pacaran panjang yang diawali hampir 30 tahun lalu, telah kesulitan menjalani hidup sebagai istri putra mahkota.

 

Masako, yang lulus dari Harvard dan dengan berat hati meninggalkan karir diplomat untuk menikah, telah berjuang menghadapi depresi selama lebih dari 10 tahun, akibat bergelut dengan aturan dan larangan istana dan tekanan untuk menghasilkan anak laki-laki.

Putri mereka, Aiko yang berusia 14 tahun, tidak dapat naik tahta berdasarkan undang-undang yang mensyaratkan hanya laki-laki yang dapat menjadi kaisar.

Tahun 2012, Masako, yang menghabiskan masa pertumbuhannya di luar negeri dan dapat berbicara beberapa bahasa, mengakui ia telah bergulat dengan penyakit akibat stress untuk waktu yang lama. Ia masih jarang terlihat di publik.

Naruhito sendiri bukan keluarga kerajaan biasa, karena telah kuliah di luar negeri, dan menggambarkan masa dua tahunnya di Oxford University sebagai salah satu periode paling membahagiakan dalam hidupnya.

Naruhito dikenal karena pembelaannya yang kukuh terhadap istrinya. Tahun 2004, ia terlibat perseteruan publik yang langka dengan rumah tangga kekaisaran, yang bertanggung jawab mengatur aktivitas keluarga kerajaan.

 

Putra Mahkota Jepang Naruhito (kiri) bersama istrinya, Masako dan putri mereka Aiko melambaikan tangan kepada warga di Matsumoto, Prefektur Nagano (10/8).
Putri Masako bersama Pangeran Naruhito dan putri mereka, Aiko


Naruhito mengatakan bahwa Masako, yang telah berharap bisa menggunakan pengalamannya sebagai diplomat, menghadapi "kelelahan luar biasa" karena mencoba beradaptasi dengan kehidupan kerajaan.

"Memang betul ada langkah-langkah untuk menegasikan karir dan kepribadian Masako, yang dipengaruhi karir tersebut," ujar Naruhito, yang terus membela istrinya.

Midori Watanabe, jurnalis dan dosen tamu di Bunka Gakuen University, mengatakan yang terpenting adalah keduanya tetap bersama-sama.

"Ia (Naruhito) berjanji akan melindunginya seumur hidup mereka. Saya kira ia (Masako) akan melakukan usaha untuk mendukung suaminya," ujarnya.

Miiko Kodama, profesor emeritus di Musashi University, mengatakan bahwa naiknya Masako menjadi permaisuri dapat menjadi anugerah untuk putri yang tidak bahagia itu, seperti yang terjadi pada ibu mertuanya.

Michiko, orang awam pertama yang menikahi pewaris tahta, tampak semakin kurus dan tidak bahagia saat masih muda akibat stress, namun ia kemudian menjadi permaisuri yang paling populer dan banyak bepergian dalam sejarah Jepang.

"Saat Masako menjadi permaisuri, statusnya yang lebih tinggi berarti lebih banyak orang akan mendengarkannya. Ketika lebih sedikit orang yang menekannya, kemungkinan penyakitnya akan membaik," ujar Kodama.

 

 

VOA / Siti Rahmah

Follow @GALABERITA
Follow @GALABERITA

Risma Tolak Jabatan Menteri dan akan Tolak jadi Cagub DKI

Jokowi Dorong Pengesahan UU Kewarganegaraan Ganda

Adi Sasono The Most Dangerous Man, Pejuang Ekonomi Kerakyatan

Tokoh Cendekiawan Muslim Adi Sasono Wafat

Penjaga Gawang AS: Kami Dikalahkan secara Pengecut

Risma Tolak Jabatan Menteri dan akan Tolak jadi Cagub DKI

Jokowi Dorong Pengesahan UU Kewarganegaraan Ganda

Adi Sasono The Most Dangerous Man, Pejuang Ekonomi Kerakyatan

Tokoh Cendekiawan Muslim Adi Sasono Wafat

Penjaga Gawang AS: Kami Dikalahkan secara Pengecut

Rusia Bangun Kembali Lapangan Udara era Soviet di Vietnam

Negara RI Lahir dari Perjuangan dan Pengorbanan

Korea Selatan Populerkan Makan Serangga

Perkenalkan Cozmo Robot Cerdas Interaktif

Surat Einstein kepada Roosevelt, Kisah Dokumen yang Mengubah Dunia

Siapa Saja Anak Muda Terkaya di Dunia?

Pria-pria di Iran Berhijab, Aksi Solidaritas pada Kaum Perempuan #MenInHijab

Pacaran 4 Jam, Pasangan Cina Langsung Menikah

Sedan Sport Canggih BMW Rp 3,5 M

Karen Cobb, Wanita 52 Tahun Bertubuh Atletis

Ini 4 Manfaat Kopi untuk Kecantikan

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

PayTren, Aplikasi Bertransaksi dari Bandung yang Mulai Mendunia

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Beli Mobil Honda Bisa Dicicil Rp 1 Juta per Bulan, DP Rp 20 Juta

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • FEATURES
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC