China telah membangun pesawat amfibi terbesar di dunia, yang akan digunakan untuk melakukan operasi penyelamatan di laut dan memerangi kebakaran hutan, media lokal China melaporkan.
Kantor berita Xinhua mengatakan, The Aviation Industry Corporation of China (AVIC) meluncurkan pesawat pada hari Sabtu 23 Juli 2016 di kota Zhuhai di Provinsi Guangdong China,
Pesawat, bernama AG600, mempunyai ukuran yang sama dengan Boeing 737 dengan jangkauan jelajah maksimum 4.500 kilometer.
Deputi general manajer AVIC, Geng Ruguang, mengatakan bahwa AG600 jauh lebih besar daripada pesawat lainnya yang mampu lepas landas dan mendarat di laut, dengan menambahkan, itu adalah "terobosan terbaru dalam industri penerbangan China."
Menurut Xinhua, AG600 "sangat berguna dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber kelautan" dan bahwa hal itu dapat digunakan "untuk pemantauan lingkungan, deteksi sumber daya dan transportasi."
Pesawat angkut militer terbesar China, Y-20, memasuki layanan pada awal bulan ini. Ini adalah pesawat angkut terbesar yang pernah dibangun di China dan memiliki daya muat maksimum 66 ton dan dapat membawa kargo sejauh 4.400 kilometer.
China terlibat dalam sengketa wilayah dengan negara tetangganya di Timur dan Laut China Selatan. Perselisihan telah menarik perhatian negara-negara trans-regional, terutama Amerika Serikat.
Beijing menuduh Washington ikut campur dalam isu-isu regional dan sengaja mengaduk ketegangan di Laut China Selatan. Sebaliknya AS, menuduh China melakukan apa yang disebut dengan program reklamasi darat di Laut China Selatan dengan membangun pulau buatan di wilayah sengketa.
Sebelumnya pada bulan Juli, Pengadilan Arbitrasi Permanen di Den Hague memutuskan bahwa klaim Beijing terhadap kepulauan di Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum, mengabulkan gugatan Filipina, Namun China telah menolak putusan itu.
Dodo Aditya.
Sumber: Press TV
