Setelah Presiden Soekarno, hanya Presiden Gus Dur dan Presiden Jokowi yang "berani" bertempat tinggal di istana kepresidenan. Soeharto tidak, Habibie tidak, Megawati tidak, SBY juga tidak. Mengapa? Entahlah.
Jokowi yang pada awal mulanya diduga hanya akan jadi presiden boneka dan diperlakukan sebagai "petugas partai" oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, ternyata mampu menari di panggung politik di luar dugaan.
Koalisi di mata Jokowi berarti ‘penaklukan dan pelemahan serta penyerahan total’ ambisi kekuasaan di tangannya. Sebuah konsepsi kekuasaan yang absah bagi penganut paham 'Raja era Mataram', sebagaimana pernah dirumuskan Benedict Anderson (1990).
Penguasa Jawa era Mataram memandang dirinya sebagai pusat kekuatan, segala unsur yang bertentangan bisa bersatu-padu di bawah kontrolnya. Sehingga berbagai konflik yang muncul itu memang sengaja diciptakan untuk memperlemah segenap potensi perlawanan terhadap penguasa tunggal.
Mantan Presiden Soeharto telah berhasil menerapkan konsep kekuasaan Jawa ini dalam tiga dekade pemerintahannya, dan SBY mengadopsi konsep yang sama dengan cara dan gayanya.
Kini Jokowi juga memainkannya -- dengan gaya "aku ora mikir" -- lentur tapi susah dibaca dan susah diduga.

GBC
