Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso dalam penjelasannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 11 Juli 2016 mengatakan potensi serangan simpatisan ISIS di Indonesia cukup besar. "Potensinya (serangan ISIS di Indonesia) tentu gede ya,"
Sutiyoso menjelaskan tentang adanya potensi itu atas dasar adanya jumlah simpatisan ISIS dan mantan kombatan Suriah di Indonesia banyak. Disamping mantan narapidana terorisme
Sutiyoso juga membenarkan kabar juru bicara ISIS menyerukan simpatisan di seluruh dunia melakukan 'amaliyah' atau aksi teror di negaranya masing-masing.
Meski demikian, ia memastikan BIN benar-benar memantau aktivitas mereka yang berpotensi melakukan aksi teror di Tanah Air. "Potensi-potensi itu yang kita awasi," ujar Sutiyoso.
Sutiyoso juga meminta ancaman ini mendoronya penyelesaian pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
"Karena itu, segera revisi UU Terorisme. Itu memberikan aparat untuk bertindak cepat. Deteksi dini menjadi semakin dikedepankan," ujar dia.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengonfirmasi isu soal seruan kelompok ISIS melakukan serangan teror di penjuru dunia.
"Betul, ada seruan dari Jubir ISIS untuk melakukan amaliyah di seluruh dunia," kata Badrodin saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Rabu 6 Juli 2016
Badrodin menyebut, aksi Nur Rohman meledakkan diri di Mako Polresta Surakarta, Selasa pekan lalu merupakan terjemahan dari seruan petinggi ISIS tersebut.
Indrawati W







