Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan upaya pembebasan tujuh anak buah kapal (ABK) yang disandera kelompok Abu Sayyaf.
Dalam komunikasi intensif dan terpadu melalui Crisis Center di bawah koordinasi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjdaitan yang sampai saat ini sedang berlangsung pemerintah mendapatkan informasi mengenai kondisi tujuh sandera tersebut.
"Ketujuh ABK, walaupun terdengar lelah, mereka masih dalam kondisi baik," kata Menlu Retno, di Kantor Kemlu, Jakarta, Senin (11 Juli 2016).
Retno menambahkan, para sandera masih terus berpindah-pindah dalam dua kelompok dan diperkirakan selalu berada di sekitar Pulau Sulu.
"Informasi serta latar belakang kelompok penyandera saat ini telah lebih jelas," ujar Retno.
Tujuh ABK WNI tugboat Charles 001 disandera oleh kelompok bersenjata Filipina dilakukan sebanyak dua kali.
Penyanderaan pertama dilakukan terhadap tiga orang, yaitu Kapten Fery Arifin (nahkoda), Muhammad Mahbrur Dahri (KKM) dan Edy Suryono (Masinis II). Selang 1,5 jam kemudian, terjadi penyanderaan kedua terhadap empat ABK lainnya oleh kelompok berbeda, yaitu Ismail (Mualim I), Robin Piter (Juru Mudi), Muhammad Nasir (Masinis III) dan Muhammad Sofyan (Oilman).
Indah Agustina







