• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Kemenkes Keluarkan Pernyataan Dampak Vaksin Palsu terhadap Anak

Follow @GALABERITA
Category Category: NASIONAL

Kementerian Kesehatan menyatakan dampak vaksin palsu terhadap anak yang terpapar berbeda-beda tergantung kandungan di dalamnya. Namun, umumnya vaksin palsu tidak menimbulkan efek berbahaya bagi penggunanya.

 

"Dari hasil uji lab kita ketahui hasilnya bahwa vaksin ini tidak ada isinya. Ada yang isinya kosong, ada juga yang isinya vaksin yang sama, namun kadarnya lebih rendah," kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan Maura Linda Sitanggang, melalui sambungan telepon dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (16 Juli 2016).

 

Untuk vaksin yang isinya hanya berupa cairan biasa, maka tidak ada kekebalan bagi anak yang diberikan vaksin. Sementara untuk isi vaksin yang kadarnya lebih rendah, kekebalan yang didapatkan tidak maksimal seperti vaksin asli.

 

"Oleh karena satgas akan melihat hal ini case by case setiap anak yang terpapar vaksin. Akan diperiksa kesehatannya," kata Maura. "Jika diperlukan vaksin ulang, maka akan dilakukan," lanjut dia.

 

Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Soedjatmiko memastikan bahwa isi vaksin palsu tidak membahayakan. Isi vaksin hanya cairan infus dan antibiotik.

 

Dampak bagi anak yang terpapar vaksin palsu sama saja dengan tidak diberikan vaksin sama sekali. Sejauh ini, kata Soedjatmiko, diketahui vaksin palsu umumnya berisi cairan infus yang dicampur dengan antibiotik.

 

"Yang dimasukkan ke dalam vaksin sejauh ini bukan bahan yg berbahaya. Kalau isinya hanya cairan infus dan antibiotik yang membunuh kuman, dampaknya seperti tidak mendapat apa apa. Asal pembuatannya steril," kata Soedjatmiko.

 

Dia mengatakan, dengan vaksin asli pun biasanya setelah diberikan kepada anak muncul reaksi seperti kulit kemerahan dan bengkak. Orangtua diminta tidak panik dan langsung menganggap anak terpapar vaksin palsu.

Follow @GALABERITA

 

"Kalau ada keluhan habis diimunisasi, bisa hubungi rumah sakitnya. Vaksin BCG asli pun bisa akan timbul reaksi benjolan, bisul hingga keluar nanah, ini wajar. Tidak berbahaya," kata dia.

 

Dodo Aditya

Follow @GALABERITA

Indonesia akan Ubah Laut China Selatan jadi Laut Natuna

Uber Gunakan Volvo XC90 untuk Layanan Mobil Tanpa Sopir

Instruksi Presiden: Industri Pesawat Komersial di Majalengka, Pesawat Tempur di Bandung

Hukuman Abu Bakar Baasyir Berkurang 3 Bulan

Upacara Bendera Diaspora di AS, Tetap Nasionalis

Indonesia akan Ubah Laut China Selatan jadi Laut Natuna

Uber Gunakan Volvo XC90 untuk Layanan Mobil Tanpa Sopir

Instruksi Presiden: Industri Pesawat Komersial di Majalengka, Pesawat Tempur di Bandung

Hukuman Abu Bakar Baasyir Berkurang 3 Bulan

Upacara Bendera Diaspora di AS, Tetap Nasionalis

Arcandra Segera Syah WNI, dengan Wewenang Presiden dan DPR

Indonesia Ciptakan Kapal Tank Pertama di Dunia

Alvionita, Anak Jenius dari Papua

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Buku Harian Tokoh Nazi, sang Raja Tega

Eropa Ancaman Bagi Satwa Langka Indonesia

Sensasi Menginap di Hotel Kran Bangunan

Aplikasi Duo, Video Call Terbaru Google

Presiden Erdogan dalam Ragam Komentar Netizen Indonesia

Mohammad Hatta: Legende dan Realitet Sekitar Proklamasi

Arcandra Gagal Menghadapi Situasi Pelik Penuh Jebakan

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

PayTren, Aplikasi Bertransaksi dari Bandung yang Mulai Mendunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Beli Mobil Honda Bisa Dicicil Rp 1 Juta per Bulan, DP Rp 20 Juta

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • NASIONAL
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu