Presiden Barack Obama mengatakan Kandidat Presiden Partai Republik Donald Trump tidak layak menjadi presiden, dan mempertanyakan mengapa partai Republik masih mendukung pencalonan miliarder New York itu
"Harus ada titik di mana anda mengatakan: 'Cukup'," kata Obama.
Trump mengkritik tajam dan menyerang orang tua dari seorang tentara AS yang tewas dalam tugas di Irak karena menentang dia.
Trump juga dikutuk karena mendukung aneksasi Rusia atas Crimea.
Sebelumnya Obama mengatakan mempunyai perbedaan kebijakan dengan presiden dari Partai Republik dan calon selanjutnya menambahkan bahwa ia tidak pernah berpikir ada calon yang tidak bisa berfungsi sebagai presiden.
Barack Obama dengan perlahan terus menerus meningkatkan tekanan kepada pendukung calon Partai Republik Donald Trump. Pekan lalu, di Konvensi Nasional Demokrat, Presiden mengatakan tidak berpikir calon itu berada di arus utama konservativisme modern.
Pada hari Selasa Obama mempertanyakan kelayakan Trump untuk menduduki kursi kepresidenan kata-katanya sangat tajam dan mempertanyakan mengapa para pemimpin partai tersebut terus memberikan dukungan terhadap Trump.
Berbagai komentar trump membuat Ketua DPR Paul Ryan, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan calon presiden 2008 John McCain, yang semuanya telah mengeluarkan pernyataan menjauhkan diri mereka dari Trump yang baru saja membuka permusuhan dengan orang tua seorang tentara Muslim-Amerika yang tewas di Irak.
Ironisnya, pernyataan Obama kemungkinan membuat lebih sulit bagi para pemimpin Partai Republik karena mengusung calon dibawah standar
Sebaliknya, olok-olok terus berlanjut dan tumbuh lebih politis yang tak bisa diterima atas setiap ucapan kontroversial yang dilakukan oleh Trump.
Dodo Aditya.
Sumber: BBC




