Majalah Jerman, Der Spiegel melaporkan, Fethullah Gulen kembali membantah tuduhan keterlibatan dirinya dalam kudeta militer di Turki.
Ia mengatakan bahwa syahwat kekuasaan telah meracuni Erdogan. Menurut Gulen, Sebetulnya Erdoganlah yang merekayasa permainan kudeta militer gagal di Turki itu.
Gulen mengaku siap diperiksa oleh komisi internasional terkait masalah ini, dan jika terbukti bersalah maka ia akan pergi ke ruang eksekusi, tapi itu tidak akan terjadi karena ia tidak melakukan apapun.
Pria, 75 tahun yang sejak tahun 1999 tinggal di Pennsylvania, Amerika itu menuturkan: berulangkali saya katakan, saya menentang segala bentuk kekerasan untuk meraih tujuan politik dan saya menolak kudeta militer.
Menyusul kudeta militer di Turki, Kementerian Kehakiman negara itu mengumumkan, empat dokumen anti-Gulen sudah dikirim ke AS dan secara resmi meminta Washington untuk menangkap Gulen dan menyerahkannya kepada Turki.
Gulen pun menyatakan akan menerima jika keputusan pengadilan AS ekstradisi dirinya ke Turki.
