Pengerahan Pasukan NATO Depan Gerbang Rusia Akan Memicu Langkah Balasan

Tentara Rusia mengenakan seragam Perang Tentara Merah dalam Perang Dunia II, mengambil bagian dalam parade militer di Lapangan Merah di Moskow pada 7 November 2015. (AFP)

Moskow bersumpah akan melakukan langkah balasan terhadap rencana NATO untuk menyebarkan empat batalyon dekat dengan perbatasan Rusia. Ketua komite pertahanan Duma (majelis rendah parlemen), Rusia Vladimir Komoyedov, mengumumkan melalaui wawancara dengan kantor berita Interfax, Selasa14 Juni 2016

 
"Kami tentu menolak untuk diintimidasi oleh empat batalyon. Kekuatan ini menebar bahaya bagi Rusia karena tentara kita sekarang berbeda dari apa yang kita punya dua puluh tahun yang lalu," tambah Komoyedov. Selanjutnya  mencatat bahwa peningkatan pembangunan militer NATO di perbatasan Rusia mengkhawatirkan.

 

"Langkah pembalasan yang diperlukan dan yang akan kita lakukan harus jelas seperti apa sehingga semua jelas bagi mitra kami sejak awal," tegasnya.


Jebakan di Rusia?


Wakil ketua pertama komite pertahanan dan keamanan Dewan Federasi Rusia meyakini bahwa aliansi mengikuti kebijakan AS di wilayah tersebut. "NATO akan melakukan apa yang Amerika katakan, dan itulah mengapa NATO memperluas ke arah timur sebanyak mungkin dan membentuk jebakan untuk menjerat Rusia," kata Frants Klintsevich (lihat di bawah)

 


Menambahkan bahwa batalion sedang digunakan sebagai tempat berpijak untuk mempersiapkan  infrastruktur kegiatan militer melawan Rusia. "Terima kasih Tuhan kami mempunyai sesuatu untuk menjawab. Ada alasan mengapa kita katakan hari ini bahwa mereka sedang mempersiapkan tempat berpijak ini. Begitu sesuatu dimulai, kita harus melakukan langkah diplomatik, mengorganisasi secara politik dan militer" katanya.


Klintsevich lebih lanjut menambahkan bahwa "empat batalyon seperti itu tidak berarti apa-apa bagi kami," yang jelas batalion-batalion ini bisa meminyaki spekulasi palsu tentang agresivitas Rusia yang menimbulkan "bahaya serius bagi kami."


Sebelumnya pada hari itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengumumkan bahwa aliansi akan secara resmi menyetujui penyebaran empat batalyon "kuat" multinasional di Polandia serta negara-negara Baltik seperti Lithuania, Estonia, dan Latvia.


Menurut sumber-sumber diplomatik, empat batalion, akan tur sepanjang Eropa Timur dan melakukan latihan dengan pasukan nasional, jumlahnya sekita 2.500-3.000 prajurit yang dikombinasikan dengan kekuatan kecil yang dirancang untuk bertindak sebagai kabel yang penghubung


Pengerahan secara resmi disahkan pada pertemuan puncak Juli mendatang di Warsawa, akan dipimpin oleh Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan mungkin Kanada. Stoltenberg juga mengumumkan bahwa aliansi ini adalah untuk mengerahkan pasukan ke Rumania sebagai bagian dari rencana untuk memperluas kehadirannya di Eropa Timur.


"Kami menyampaikan pesan yang sangat kuat tentang itu kita tidak mencari konfrontasi dengan Rusia. Kami tidak ingin perang dingin baru dan kami akan terus berusaha untuk membangun hubungan yang lebih konstruktif dan kooperatif dengan Rusia, "katanya.


NATO baru-baru ini meluncurkan manuver latihan militer bersama di Polandia - di sebelah barat Rusia, langkah yang segera dikecam oleh pemerintah Rusia. NATO juga baru saja meluncurkan sistem rudal yang dipasang di negara-negara Eropa, memicu ketegangan dengan Rusia.

 

Aliansi juga telah meningkatkan penumpukan militer di dekat perbatasan dengan Rusia, menghentikan semua hubungan dengan Moskow pada April 2014 setelah semenanjung Krimea di Laut Hitam diintegrasikan kembali dengan Federasi Rusia menyusul referendum.


Pejabat senior di Moskow telah berulang kali menuduh NATO mencari konfrontasi, menjelaskan pembangunan militer sebagai ancaman keamanan Eropa. Rusia juga mengkritik kebijakan ekspansionis NATO yang memasukkan negara-negara di kawasan Balkan Barat, mengatakan langkah itu langsung merugikan kepentingan strategis Rusia di kawasan itu.


Dodo Aditya. 
Sumber: Sputnik