Dua ilmuwan di Albert Einstein College of Medicine, Yeshiva University, New York, Amerika, menemukan jawaban mengapa suhu tubuh manusia normal 37 derajat Celsius. Temperatur itu ternyata memberikan keseimbangan yang sempurna bagi pertahanan maupun metabolisme tubuh, yaitu cukup hangat untuk menangkal infeksi jamur, tapi tak terlalu panas sehingga kita harus makan tanpa henti agar dapat mempertahankan sistem pencernaan.
"Salah satu misteri tentang manusia dan mamalia maju lainnya adalah mengapa suhu tubuh mereka tak sepanas binatang," kata Arturo Casadevall, ahli mikrobiologi dan imunologi di Einstein. "Studi ini membantu menjelaskan mengapa temperatur mamalia semuanya sekitar 37 derajat Celsius."
Riset Casadevall memperlihatkan, jumlah spesies jamur yang dapat tumbuh dan menginfeksi binatang akan turun 6 persen setiap kenaikan temperatur 1 derajat Celsius. Itu berarti puluhan ribu spesies jamur menginfeksi reptil, amfibi, dan binatang berdarah dingin lain, tapi hanya beberapa ratus spesies yang mengancam mamalia. Perlindungan terhadap infeksi jamur itu, kata Casadevall, ada kemungkinan sangat penting bagi kesuksesan mamalia melalui masa dinosaurus.
Dalam studinya, Casadevall—yang dibantu Aviv Bergman, pakar sistem dan biologi komputasi—merancang sebuah permodelan matematika yang menganalisis manfaat yang diperoleh berkat temperatur tubuh yang melindunginya dari jamur jika dibandingkan dengan jumlah makanan yang harus dikonsumsi untuk mempertahankan temperatur 30-40 derajat Celsius.
Temperatur optimal untuk memaksimalkan manfaat tapi dengan biaya seminim mungkin adalah 36,7 derajat Celsius, yaitu temperatur normal tubuh kita. "Studi ini adalah contoh yang baik bagaimana evolusi mamalia didorong oleh faktor biologi eksternal sekaligus batasan fisiologi internal," ujar Bergman.
SCIENCE DAILY | TEMPO | AMRI MAHBUB
