Rencana NATO untuk menggelar empat batalyon di perbatasan Rusia bertujuan untuk melakukan tekanan terus menerus di depan pintu gerbang Rusia karena itu batalion ini bisa dengan mudah tumbuh menjadi kontingen yang lebih besar
Fakta bahwa ini adalah pasukan aliansi, bukan dari negara yang berbatasan langsung dengan Rusia. Ini bisa dikatakan bahwa Rusia secara khusus sedang menjadi target, kata seorang pakar militer Rusia.
Selasa pekan lalu, NATO sepakat untuk mengerahkan kekuatan 4.000-personel di negara Baltik dan Polandia, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan setelah pertemuan para menteri blok di Brussels.
Tujuannya dinyatakan untuk "melindungi sekutu Eropa Timur dari apa yang disebut" agresi Rusia. "
Tiga batalyon, masing-masing terdiri dari antara 800 sampai 1.000 tentara, kabarnya akan disediakan oleh Inggris, Amerika Serikat dan Jerman.
Blok ini sekarang mencari negara keempat bersedia mengirimkan prajurit untuk ditempatkan di perbatasan Rusia.
"Penyebaran empat batalyon yang direncanakan NATO di perbatasan Rusia adalah dasar untuk tekanan terus menerus pada batas negara tersebut," Alexandr Perendzhiev, seorang ahli dari Asosiasi Analis Politik Militer mengatakan kepada situs berita Rusia Vzglyad.
"Keempat batalyon dapat dengan mudah tumbuh menjadi kontingen yang lebih besar dan karena itu harus dianggap sebagai ancaman bagi Rusia," tambahnya.
Pakar tersebut juga menjelaskan bahwa unit ini tidak termasuk salah satu negara yang berbatasan tetapi untuk aliansi dan dengan demikian "itu aneh untuk berbicara tentang apa saja" perlindungan ". Negara-negara yang berbatasan juga mampu mempertahankan diri dan NATO hanya bisa mengirim pasukan bantuan.
Tetapi penggelaran permanen batalion NATO di perbatasan Rusia menegaskan bahwa mereka berada di sana bukan untuk pertahanan. Mereka bisa dengan mudah tumbuh dalam ukuran untuk kemungkinan serangan terhadap Rusia di masa depan.
Pakar tersebut juga mencatat bahwa pengumuman Stoltenberg untuk langkah yang tepat setelah pertemuan para menteri blok di Brussels sinyal bahwa masalah ini telah dibahas di sana
Dan mulai hari ini mengumumkan untuk penyebaran (Januari 2017) berarti bahwa sumber pembiayaan yang bergerak telah ditemukan.
"Menjelang KTT NATO mendatang di Warsawa itu hanya menunjukkan seberapa cepat masalah tersebut sedang diselesaikan," kata Perendzhiev.
Pakar juga mengomentari latihan militer Anaconda 2016 NATO yang baru-baru ini dilaksanakan di Polandia dan yang telah menjadi latihan terbesar di sisi timur NATO sejak akhir Perang Dingin.
Perendzhiev menjelaskan bahwa itu dilakukan untuk tujuan pengembangan lebih lanjut dari infrastruktur NATO di sepanjang perbatasan Rusia.
Dan mencatat bahwa proyek penyebaran pasukan NATO di perbatasan Rusia telah disepakati sebelum latihan dilaksnakan.
Dodo Aditya
Sumber: Sputniknews