Kementerian Pertahanan Rusia membahas kemajuan sistem peringatan serangan rudal Selasa 23 Agustus 2016.
Kelompok pakar pada Kementerian Pertahanan Rusia yang diketuai oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu sedang membahas kemajuan sistem peringatan serangan rudal balistik, kata layanan pers kementerian.
Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana Rusia akan mengorbitkan satelit generasi baru yang kedua pada 2016 untuk mengawasi secara ketat peluncuran rudal balistik di mana saja di dunia,
Satelit EKS-1 merupakan satelit sistem peringatan dini terpadu terhadap serangan rudal balistik berbasis ruang angkasa yang diluncurkan akhir tahun lalu. Saat ini sedang menjalani uji coba di orbit oleh Angkatan Udara Rusia.
Satelit generasi baru pertama yang akan memastikan identifikasi lebih cepat terhadap adanya peluncuran rudal balistik dengan mendeteksi asap knalpot dan sinar infra merah
Stasiun peringatan dini pertama yang berbasis darat untuk jaringan baru dibangun di wilayah Altay dan telah lulus uji coba.
Stasiun lainnya juga akan dibangun di kawasan Leningrad, Irkutsk, Kaliningrad dan Krasnodar.
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengumumkan pada Oktober tahun lalu bahwa Rusia telah memulai pengembangan jaringan terpadu baru untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik, yang akan menggantikan sistem peringatan serangan rudal balistik buatan Soviet dan diperlengkapi satelit generasi baru yang berpangkalan di ruang angkasa dan stasiun pengendali darat terbaru lengkap dengan jaringan komputer canggih.
"Disamping itu kelompok pakar juga membahas pelaksanaan Rencana aksi pada Distrik Militer Timur 2016-2020 dengan mempertimbangkan prospek penempatan pasukan di Kepulauan Kuril dan Rencana Aksi Pasukan lintas udara selama tahun 2016 -2020," kata layanan pers
Agenda pertemuan juga mencakup isu-isu memperbaiki struktur polisi militer, serta persetujuan dari standar model untuk proyek-proyek dari Kementerian Pertahanan Rusia.
Pertemuan akan dihadiri oleh pejabat tinggi Angkatan Bersenjata ', serta perwakilan dari badan-badan negara dan organisasi publik
Sadarudin
Sumber: Sputnik news
