Pertempuran terjadi antara Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dengan kelompok Abu Sayyaf di Sulu, Filipina. Dalam kejadian itu, empat orang anggota kelompok Abu Sayyaf tewas.
Korban tewas itu adalah sub-pemimpin Abu Sayyaf, Jennor Lahab alias Jim Naga, beserta anaknya dan dua orang lain yang namanya belum diketahui.
Dalam pertempuran itu, MNLF menyita sejumlah senjata api termasuk dua senapan jenis M14, satu senapan M16 dan satu senapan jenis M4.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Komando Mindanao Barat Filipina, Mayor Felimon Tan, mengatakan bahwa MNLF berupaya untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Namun, Tan menegaskan bahwa aksi MNLF itu tidak disetujui oleh Angkatan Bersenjata Filipina.
Menurut analis, Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) menyerang kelompok Abu Sayyaf adalah digerakkan oleh operasi intelijen militer Indonesia. MNLF disuplai dana dan logistik oleh militer Indonesia.
