• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Follow @GALABERITA
Category Category: FEATURES

Gülen pernah menjalin kerjasama dengan Erdogan dalam membangun politik Islam di Turki. Bahwa kedua tokoh ini memiliki keunggulannya masing-masing, tak dapat dipungkiri dunia internasional. Mereka telah mencatat sejarah membumikan nilai-nilai Islam. 


Tak ada teman abadi di dunia politik. Pemeo ini tepat untuk melukiskan hubungan Presiden Recep Tayyip Erdogan (62) dan ulama pendiri gerakan Hizmet, Muhammed Fethullah Gülen (75). Awalnya, hubungan keduanya sangat harmonis. Kedekatan kedua tokoh Turki ini diawali dari dukungan Gullen yang merupakan ulama moderat terhadap pencalonan Erdogan untuk menjadi presiden.

Gulen menjalin kerjasama dengan Erdogan dalam membangun politik Islam di Turki. Syarif Thagian dalam biografinya tentang Erdogan menilai, meskipun Necmettin Erbakan dianggap sebagai guru besar politik Erdogan, pengalaman Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) dalam pemerintahan menunjukkan, Gulen merupakan guru sejati Erdogan dan guru spiritual bagi AKP.

 
Gulen dikenal sebagai pengkritik sekularisme Turki. Namun, secara umum Gulen menerima sekularisme yang tidak anti-terhadap agama dan memberi kebebasan seseorang untuk memeluk agama atau kepercayaan.

Menurut Gulen, di negeri-negeri demokratis dan sekuler justru 95 persen prinsi-prinsip ajaran Islam dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, kata Gulen, tak ada manfaatnya untuk memperjuangkan sisa yang hanya lima persen itu.
 
Gulen juga dikenal sangat mengecam terorisme dan kekerasan terhadap warga sipil karena hal-hal semacam itu bukanlah spirit ajaran Islam.

Dia menulis artikel di harian Washington Post sehari setelah tragedi 11 September di New York yang menewaskan ribuan orang. Dalam artikel itu Gulen menyebut seorang Muslim tak bisa menjadi teroris dan seorang teroris bukan Muslim sejati. Dalam artikel yang sama dia juga mengecam apa yang disebutnya "pembajakan Islam" oleh para teroris.

Gülen memang sempat berbeda pandangan dengan AKP atas pilihan gerakan dengan simbol Islam, Gerakan Gülen semakin meredup terhadap partai-partai Islam seiring naiknya AKP ke puncak kekuasaan. Hubungan keduanya kemudian membaik dan mampu menggalang kerjasama. Hal inilah yang menambah kekhawatiran kelompok Kemalist Ultra Nasionalis terhadap kehadiran dua tokoh berpengaruh bagi Islam di Turki: AKP dan Gerakan Gülen. [Syarif Thagian, Erdogan: Muadzin Istanbul Sekularisme Turki, Pustaka Al Kautsar: Jakarta, 2012]

Bagaimanapun, Erdogan dan Gülen adalah kekuatan politik yang besar di Turki. Mereka telah mencatat sejarah membumikan nilai-nilai Islam. 
 

Fethullah Gulen dan Recep Tayyip Erdogan semasa masih bersahabat. (Daily Mail)
 
Namun, sejak Erdogan menjadi presiden tahun 2003 dan popularitas gerakan Hizmet yang didirikan Gullen terus meningkat, hubungan manis tersebut menjadi masam. 

Puncaknya, hubungan keduanya semakin rusak setelah terungkapnya skandal korupsi yang melibatkan elite partai AKP termasuk putra Erdogan pada tahun 2012 lalu. Saat itu, seperti dilaporkan Reuters, massa oposisi mendesak Erdogan mundur, tetapi pemimpin Turki sejak 2003 ini menolak. Bahkan, dia menuding, aksi massa oposisi tersebut merupakan konspirasi asing.

Meski saat itu Erdogan tak menyebut nama, pihak asing yang dimaksudnya itu adalah ulama moderat Turki Fethullah Gulen yang pengikutnya mencapi 10 persen dari total populasi warga Turki. Banyak institusi penting di Turki, termasuk lembaga peradilan dan militer, pro-Gullen. Hal inilah yang membuat Erdogan menuding Gullen sebagai pihak yang ingin menjatuhkan pemerintahannya lewat membongkar skandal korupsi di elite AKP.
 
Perkembangan selanjutnya, dan yang mutakhir, sedang terus bergulir dan bisa kita ikuti melalui pemberitaan media massa.
 
Baca:
 
Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia 
 
 
Siti Rahmah / Abraham Mohammad
Follow @GALABERITA

Bom di Pesta Pernikahan di Turki, 30 Tewas

Ahok Bengis Seperti Bandit, Kata Amien Rais

Kata Djarot: Saya dan PDIP Satu Paket

177 Jemaah Haji ilegal Indonesia Ditangkap di Filipina

Setelah Erdogan Merapat ke Putin, Sikap Turki Terhadap Suriah Berubah

Bom di Pesta Pernikahan di Turki, 30 Tewas

Ahok Bengis Seperti Bandit, Kata Amien Rais

Kata Djarot: Saya dan PDIP Satu Paket

177 Jemaah Haji ilegal Indonesia Ditangkap di Filipina

Setelah Erdogan Merapat ke Putin, Sikap Turki Terhadap Suriah Berubah

Presiden dan Sejumlah Menteri Rapat Maritim di Tepi Danau Toba

Komunisme Sudah Mati Dimangsa Kapitalisme

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Obama dan Dusta Perang Melawan Teroris di Suriah

Patung Donald Trump, Intermeso Pilpres AS

Krishnayana, Diaspora Indonesia Pendiri iSpionage di California

Mungkin Anda Stroke Kalau Mengalami Ini

Bila Otak Anda Mati, Apa yang Terjadi?

Ini Jenis Fobia yang Mungkin Anda Miliki

Saya 31 Tahun, Masih Perjaka, Kecanduan Pornografl

Cara Menghilangkan Rasa Trauma

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Sepakbola Tinju ala Italia, dan Festival Tukang Sihir Jerman

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • FEATURES
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu