Penyanyi senior Anggun C. Sasmi kini memang sudah malang melintang di dunia internasional berkat kepiawaiannya dalam berolah vokal. Namun untuk urusan hati, wanita kelahiran Jakarta, 29 April 1974 itu ternyata masih tetap memilih Indonesia sebagai darah dan jiwanya meski dirinya kini sudah menjadi warga negara Prancis. Baginya, rasa nasionalisme tak hanya bisa diukur dari atribut dan busana yang biasanya dipakai saja.
Hal itu diungkapkan Anggun saat ditemui di kawasan Central Park, Grogol, Jakarta Barat, (18/8).
"Buat aku, ukuran nasionalisme itu bukan hanya diukur dari atribut dan busana kita saja. Bukan juga hanya diukur dari apakah kita punya paspor Indonesia dan pakai baju batik saja, tapi bagaimana hati kita mencintai dan berusaha berbuat untuk bangsa kita," ungkap pelantun tembang 'Tua-tua Keladi' itu.
Ditambahkan Anggun, sebagai anak bangsa, dirinya kini miris melihat generasi muda yang sudah mulai luntur semangat nasionalismenya akibat tergerus perkembangan zaman.
"Aku sendiri miris kalau liat generasi muda sekarang yang terkesan sudah kehilangan nasionalisme. Mereka lebih bangga bergaya kebarat-baratan dan berperilaku seperti orang bule. Padahal sebenarnya dirinya berakar dari Indonesia. Bahkan aku kadang salut sama orang asing (WNA) yang ternyata bisa paham dan suka dengan budaya Indonesia. Kalau seperti ini, apakah nasionalisme itu hanya bisa diukur dari atribut dan warna kulit saja, kan enggak," sambungnya.
Ditambahkan Anggun, jiwa nasionalisme itu bisa diaplikasikan dari bahasa dan juga bagaimana kita mencintai budaya yang ada di negaranya.
"Buat aku sisi nasionalisme itu ada di bahasa. Sebagaimana satu orang itu bisa mengabdi kembali ke negaranya. Bukan atribut yang di luar, yang kelihatan. Kalau cuma pakai batik juga orang bisa," tutupnya.
Chairul Fikri/FMB
BeritaSatu
