Selama ini, Ahok Basuki Tjahaja Purnama sering menyatakan bahwa dia sangat dekat dengan Ketum PDIP Megawati. Ia mengklaim, Megawati mendukungnya pada Pilkada DKI mendatang.
Kata Ahok, beberapa bulan lalu Megawati menawarkan kepadanya agar maju pada Pilkada DKI Jakarta lewat PDI-P. Namun, saat itu ia masih menghargai perjuangan yang dilakukan kelompok relawannya, Teman Ahok.
"Dari dulu Bu Mega pasti mau nyalonin, saya sudah pasti oke dari dulu. Cuma waktu itu Teman Ahok kan anak muda yang pengen menunjukkan pada partai, kalau partai tidak mau dukung, warga tuh mampu. Nah, itu dibuktikan," kata Ahok.
Saat ini sudah tiga partai politik yang menyatakan siap menjadi kendaraan politik buat Ahok: Partai Golkar, Nasdem, dan Hanura. Jumlah kursi tiga partai itu di DPRD DKI jika digabungkan mencapai 24 kursi. Adapun jumlah minimum kursi di DPRD DKI bagi parpol atau gabungan parpol yang ingin mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya adalah 22 kursi.
Meski sudah dijamin tiga partai itu, Ahok terlihat masih mengharapkan dukungan dari PDIP. Ahok menyatakan Megawati memiliki hak prerogatif untuk menentukan cagub dari PDI-P. Menurut dia, Megawati tak ingin tergesa-gesa mengumumkan nama cagub dariPDI-P.
"Hak prerogatif tetap ada di Bu Mega. Kalau Bu Mega sih bilangnya 'Belanda masih jauh, tenang, tenang'," kata Ahok.
Saat hadir pada acara penutupan Rapimnas Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis malam, Megawati dan Ahok datang semobil. Dalam mobil itu, ada pula Presiden Joko Widodo.
