Presiden Turki, Erdogan sudah meminta maaf kepada Rusia dan Presiden Putin atas penembakan Sukhoi Rusia yang ketika itu sedang melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran teroris Suriah tahun lalu. Kini hubungan Turki-Rusia mulai mesra.
Setelah gagal "memaksa" AS mengekstradisi ulama Fethullah Gulen yang dituding mendalangi kudeta yang gagal, Pemerintah Turki pun menuding AS ikut mendalangi kudeta gagal tersebut. Hubungan Turki-AS kini merenggang.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan depan.
Panglima Tertinggi Sekutu Eropa dan kepala Komando Eropa AS, Jenderal Curtis Scaparrotti mengatakan bahwa AS mengamati secara seksama hubungan yang berkembang antara Turki dan Rusia.
“Kami akan mengawasi dengan cermat bagaimana hubungan ini akan berkembang,” Scaparrotti mengatakan kepada Forum Keamanan Aspen di Colorado pada hari Kamis. “Saya akan merasa khawatir jika mereka menjauh dari nilai-nilai yang menjadi landasan bagi Perjanjian Washington (berdirinya NATO) – aturan hukum.”
