Moskow telah membentuk sebuah pasukan untuk mengimbangi penumpukan militer besar-besaran NATO di sepanjang perbatasan Rusia di Eropa, yang akan beroperasi di sepanjang perbatasan bagian barat dan selatan, menurut Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.
Shoigu mengatakan bahwa penumpukan militer NATO di Eropa Timur, situasi keseluruhan di Ukraina dan kegiatan teroris yang bertumbuh di wilayah Kaukasus sebagai alasan di balik peningkatan militer Moskow ini.
“Dalam kondisi seperti ini, kami harus mengambil langkah-langkah reaksi yang sepadang,” kata Shoigu, saat berbicara pada sebuah sesi Dewan Departemen Pertahanan.
Sejak tahun 2013, Kementerian Pertahanan telah melakukan lebih dari 200 latihan di distrik militer bagian selatan, menteri tersebut melaporkan.
Empat divisi, sembilan brigade dan 22 resimen telah terbentuk di sana dari awal, kata Shoigu,
Dua dari divisi yang baru terbentuk ini adalah unit rudal yang bersenjatakan sistem Iskander-M taktis yang telah dibuktikan kemampuannya.
Kementerian tersebut terutama menekankan bahwa, setelah bergabugnya kembali Crimea dengan Rusia pada tahun 2014, wilayah ini telah sepenuhnya bersenjata dan pasukan-pasukan yang dikerahkan di sana telah menjadi gugus tugas yang mandiri berbekal Bal dan Bastion sistem rudal anti-kapal, S-300V4 dan S-400 sistem rudal kompleks, dan meriam rudal Buk-M2 dan Pantsir-S1 serta sistem upgrade lainnya.
“Sebagai hasil, kemampuan pertahanan udara di kawasan baratdaya telah meningkat sebesar 50%,” ujar menteri tersebut.
Armada di Laut Hitam telah menerima kapal-kapal selam Novorossiyk dan Rostov-on-Don baru yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr. Baik armada Laut Hitam dan Laut Kaspia sekarang mengoperasikan kapal-kapal perang serangan rudal cepat terpandu dengan rudal jelajah Kalibr.
Selama tiga tahun terakhir, komando militer Rusia bagian selatan telah menambahkan lebih dari 4.000 unit peralatan keras militer baru dan modern.
Selain itu, jumlah prajurit profesional yang dikontrak yang bertugas di satuan tugas selatan telah bertumbuh dua kali lipat, kata Sergey Shoigu.






