Ada Komunitas Muslim LGBT Queer di Amerika Serikat

 
Ada Komunitas Muslim LGBT Queer di Amerika Serikat

Penembakan ini tercatat sebagai penembakan terburuk dalam sejarah Amerika Serikat belakangan ini. Polisi menyebutnya sebagai aksi terorisme.

Istilah LGBTQ sering digunakan untuk merujuk pada orang-orang dengan orientasi seksual beragam, yaitu lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer.


Istilah yang terakhir, Queer, digunakan sebagai pernyataan politik dan menunjukkan seseorang yang tidak mau diidentifikasi sebagai gender yang bisa dipasangkan, misalnya laki dan perempuan, homoseksual dan heteroseksual, atau mereka yang tidak mau diberi label berdasarkan orientasi seksual mereka.

Komunitas Muslim LGBTQ yang berada di Amerika Serikat mengajak semua orang menolak kebencian, dan berdiri menentang homofobia dan Islamofobia.

Pernyataan Aliansi Muslim untuk Keberagaman Seksual dan Gender (MASGD) yang dibuat setelah peristiwa penembakan di Orlando ini juga menyatakan bahwa "tragedi itu tidak bisa dikategorikan sebagai perang antara komunitas LGBTQ dan komunitas Muslim".

Penembakan yang menewaskan puluhan orang tewas terjadi di sebuah klub malam gay di Orlando, Florida, dan tercatat sebagai aksi penembakan terburuk dalam sejarah Amerika modern. Pelaku telah diidentifikasi sebagai Omar Mateen, warga AS yang telah dikenal FBI sejak 2013.

Segera setelah penembakan terjadi, ungkapan duka mengalir di media sosial, juga sentimen anti-Islam yang menganggap Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan.

Di sisi lain, sebagian orang dengan kata-kata kasar dan tidak menunjukan empati menyatakan dukungan atas penembakan dan mengatakan kaum gay pantas mati.

MASGD, lembaga yang membantu, memberdayakan, dan menghubungkan kaum Muslim LGBTQ mengajak orang untuk tidak terpengaruh.

Image copyrightREUTERS
Image captionMenurut polisi, pelaku menyewa sebuah mobil dan berkendara ke Orlando untuk melaksanakan serangan terhadap klub malam itu, menurut laporan media.


"Kami menolak untuk menyalahkan individu atau kelompok selain penembak sendiri," kata MASGD dalam pernyataan mereka.

"Tragedi kadang membuat orang mencari seseorang atau sesuatu untuk disalahkan, tetapi kami meminta kawan-kawan kami untuk menolak godaan ini."

"Tidak ada pembenaran agama atau preseden dalam Islam untuk (melakukan) penembakan massal menargetkan kelompok apapun, terlepas dari identitasnya."

 
BBC