Menurut angka tak resmi yang diperoleh Sputnik, masing-masing anggota dan setiap komunitas pendukung klub sepakbola Rusia disebut "firm" mengambil bagian dalam bentrokan terbaru di Euro 2016 di Prancis. Sputnik mengamati sekilas kelompok-kelompok "ultra nasionalis" terorganisir yang menciptakan seperti kekacauan besar selama pertandingan Rusia-Inggris baru-baru ini di Marseille.
Kelompok-kelompok pendukung sepakbola ini sangat terorganisir selalu ribut dan adu jotos dan adu tendang satu sama lain sebelum atau setelah setiap pertandingan yang dimainkan oleh tim kesayangan mereka di Rusia.
Namun, selama kompetisi internasional mereka sementara melupakan saling membenci saling memusuhi dan saling memukul sebagai gantinya mereka bergabung, bergandengan tangan melawan "musuh asing"
Dalam perjalanan menuju Euro-2016 ultras ini tiba di Prancis dalam kelompok lima sampai sepuluh orang dan semua "mengakar" ke klub Spartak Moscow FC (merah-dan-putih)
1.Union - "Yu"
Didirikan pada tahun 2000, merupakan gabungan terbesar komunitas pendukung Spartak "Yu" memiliki kelompok inti hingga 300 diehards. pada tahun 2001 terjadi perkelaian terbesar dan paling kejam saat mereka melawan Yaroslavka "firm" yang merupakan komunitas pendukung CSKA Moscow FC .
2. School
Didirikan pada tahun 2005, terdiri dari 50-100 "prajurit." Awalnya dibangun dari kelompok pertemanan selanjutnya tumbuh semakin membesar dan membentuk , brigade dengan skor menang dan kalah. Saat ini, School merupakan pendukung Spartak FC yang paling aktif.
3. Wild Boars
Didirikan pada tahun 1998 itu terdiri dari 30-60 "prajurit." Tidak banyak yang diketahui tentang mereka. Mereka sebelumnya telah menuntut penghapusan info tentang mereka dari situs sepakbola.
4. Gladiators Firm 96
Didirikan pada tahun 1996, itu adalah salah satu yang tertua di sekitar dan terdiri dari 50 "prajurit." Dalam kerusuhan di Marseille mereka bergabung dengan anggota Oryol FC, sekutu lama dari Spartak FC.
CSKA FC (merah-dan biru)
1. Yaroslavka - "Y"
Didirikan pada tahun 1996, memiliki kelompok inti dari 150-200 "prajurit." Pertarungan yang paling mengesankan saat berkelai melawan anggota yang kini tidak berfungsi Flint kru "firm" pendukung Spartak. Kalah dalam jumlah dan terkejut, Flint kru mundur lari terbirit-birit.
Kelompok pendukung terkuat kedua CSKA. Rata-rata usia - 19. ambisius. Didirikan sekitar tahun 2001. Pastinya keanggotaannya tak diketahui.
3. Gallant Steeds
Didirikan pada tahun 2000 di Kuntsevo dan Beskudnikovo siatrik Moskow pendukung Spartak ini anggotanya diambul darilingkungan tetangga. Kemudian menjadi salah satu "firm' yang terbesar dan paling aktif di Moskow.
4. Shady Horse
Keanghotaan Shady Horse "firm" di Moskow Dan Music Hall di St. Petersburg.
Zenit St. Petersburg FC (biru-putih)
Didirikan pada tahun 2000 di Kuntsevo dan Beskudnikovo di Moskow untuk mengambil penggemar Spartak dari lingkungan sekitar. Kemudian menjadi salah "firm" satu yang terbesar dan paling aktif di Moskow.
4. Shady Horse
Anggota Shady Horse "firm " di Moskow dan Music Hall di St. Petersburg.
Zenit St. Petersburg FC (biru-putih)
1. Music Hall
Asosiasi utama penggemar Zenit di St Petersburg dan terdiri dari kelompok inti dari 15-200. Tumbuh dari percampuran kelompok pendukung lokal untuk menjadi yang terbesar di kota. Mencetak kemenangan besar dalam adu jotos melawan pendukung Dinamo Moscow pada tahun 2009.
4. Jolly Boys
Didirikan pada sekitar 2011 ketika beberapa anggota persahabatan memburuk mereka memutuskan untuk berpisah dan mendirikan 'firm' sendiri "Jolly Boys" memegang pertarungan tahunan untuk kontes seni bela diri Zenit yang berasal dari kalangan penggemar Zenit
Lainnya
Menurut informasi yang datang dari dalam komunitas pendukung. perkelahian terbaru di Marseille juga melibatkan anggota Funny Friends, pendukung Lokomotiv Moscow, hooligan dari Sturdy Fighters di Vladimir, pendukung asing berbahasa Rusia dari Ventspils, Latvia, yang secara tradisional menghadiri semua pertandingan yang dimainkan oleh tim nasional Rusia, beberapa anggota Torpedo Moskow dan Ural Yekaterinburg "firm" dan "prajurit" dari Samara.
Dodo Aditya.
Sumber: Sputniknews
