Lebih dari 1,5 juta Muslim dari seluruh dunia telah tiba di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji. Kecuali warga muslim Iran.
Arab Saudi memutus hubungan dengan Iran bulan Januari lalu, setelah para demonstran membakar Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran menyusul eksekusi terhadap ulama Syiah terkemuka, Syeh Nimr al-Nimr di Arab Saudi.
Dalam beberapa pekan belakangan, retorika antara dua negara terus meningkat. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menantang hak Saudi untuk mengelola tempat-tempat suci Islam. Iran mengatakan ketidakmampuan Arab Saudi dan respon yang buruk dari para pejabat kesehatan dan keselamatan.

Arab Saudi menyatakan telah meningkatkan usaha keselamatan dan keamanan untuk menghindari terulangnya bencana seperti tahun lalu. Laporan-laporan berita Arab mengatakan pihak berwenang telah melakukan 1.000 pelatihan keselamatan dan program keamanan dalam beberapa pekan terakhir dan mnenempatkan 26.000 petugas medis, teknis dan lain-lainnya di tempat-tempat ibadah di Mekah, Madinah, Arafah dan Mina, disertai armada lebih dari 175 ambulans.
Para pejabat keamanan telah memasang 1.000 kamera di lokasi-lokasi strategis untuk pemantauan terus menerus.




