Pasar saham AS mengalami penurunan terbesar secara mingguan pasca pidato Gubernur bank sentral AS Janet Yellen.
Dalam pidatonya, Yellen memberi sinyal bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan. Pernyataan Yellen memicu aksi jual saham, namun kondisi cepat berbalik.
Pasar saham AS kembali berjatuhan lantaran ekspektasi investor terkait naiknya suku bunga acuan AS di tahun ini.
Longgarnya kebijakan moneter AS telah menjadi kekuatan pendorong di pasar keuangan. Nilai tukar dollar AS tidak terlalu kuat dan mendukung saham maupun obligasi.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 53,01 poin atau 0,3 persen menjadi 18395,40 pada perdagangan Jumat (26/8/2016) waktu setempat.
Sebelumnya, indeks ini sempat menguat 124 poin. Adapun indeks S&P 500 tergelincir 3,43 poin atau 0,2 persen menjadi 2169,04.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menguat 6,71 poin atau 0,1 persen menjadi 5218,92.
Sepanjang pekan, indeks blue chip anjlok 0,8 persen, indeks S&P 500 turun 0,7 persen, dan indeks Nasdaq turun 0,4 persen.
Ini merupakan pelemahan terbesar sejak 24 Juni 2016 pasca Brexit.
The Wallstreet Journal
