Berdasarkan laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO), lambannya pertumbuhan pendapatan dan sangat besarnya belanja, membuat defisit anggaran AS semakin membengkak dan mencapai $ 590 miliar pada tahun fiskal yang berakhir 30 September,
Defisit diperkirakan mencapai $ 152 miliar lebih besar ketimbang defisit tahun lalu, $ 56 miliar lebih besar dari perkiraan CBO pada bulan Maret dan akan mencapai 3,2 persen dari output ekonomi AS.
Defisit anggaran tersebut adalah lebih dari PDB Swedia, Polandia atau Iran. Pada bulan Juli, AS membukukan $ 113.miliar kesenjangan anggaran, lebih besar dari ekonomi Ukraina atau Slovakia.
Defisit terbesar di Amerika mencapai $ 1,4 triliun pada 2009, selanjutnya turun menjadi $ 485 miliar pada tahun 2014. utang publik AS terus tumbuh dan diproyeksikan mencapai 77 persen dari PDB negara pada akhir tahun.
Pada hari Rabu, CBO mengatakan bahwa utang publik AS lebih dari $ 19,4 trliun , atau hampir $ 60.000 per warga negara dan $ 164.432 per wajib pajak. pengeluaran pemerintah federal mendekati $ 4 triliun dimana pos-pos anggaran Medicare / Medicaid, jaminan sosial dan militer masing -masing menempati peringkat anggaran terbesar.
Pendapatan Amerika tumbuh kurang dari satu persen pada 2016 padahal pendapatan diharapkan tumbuh lima persen. Alasannya adanya belanja wajib untuk Jaminan Sosial dan Perawatan Kesehaan dana pensiun federal dan kesehatan program federal untuk orang tua, kata CBO.
Ekonomi tumbuh hanya satu persen pada semester pertama tahun ini, namun bulan-bulan terakhir tahun ini mulai terlihat dorongan, menurut CBO, membawa pertumbuhan dua persen tahun ini dan 2,4 persen pada tahun 2017. Sehingga diharapkan menambah lapangan kerja, mengurangi angka inflasi dan suku bunga.
Sadarudin.
Sumber: RT
