• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Follow @GALABERITA
Category Category: FEATURES

Betapa ambisi kekuasaan bisa "menyulap" permukaan bumi menjadi neraka. Jika digabungkan, jumlah warga yang tewas di tangan delapan tokoh ini bisa memusnahkan populasi sebuah negara kecil.


Laman Deutsche Welle membuat daftar delapan tokoh diktator yang disebut paling kejam dalam sejarah dunia.



Mereka adalah:

1. Mao Zedong

Tangan Mao Zedong bersimbah darah rakyat China.

Salah satu program politiknya, "Lompatan Jauh ke Depan" yang dilancarkannya tahun 1958 untuk mencontek model ekonomi Uni Soviet menewaskan hingga 45 juta orang.

Hampir 10 tahun kemudian ia mendeklarasikan Revolusi Kebudayaan demi memberangus budaya borjuis. Hasilnya sekitar 30 juta orang tewas.



2. Adolf Hitler

Tidak terhitung kejahatan yang dilakukan Adolf Hitler.

Penguasa Nazi Jerman ini memerintahkan pembantaian 11 juta orang, yang enam juta di antaranya kaum Yahudi.

Dia juga menyeret dunia ke dalam perang yang merenggut hingga 70 juta korban jiwa.

Ironisnya, setelah takluk, Hitler bunuh diri karena takut ditangkap pasukan Uni Soviet.


3. Josef Stalin

Oleh Vladimir Lenin, salah seorang pendiri Uni Soviet, Josef Stalin dicap sering berperilaku "kasar".

Pria yang kemudian memimpin Soviet melawan Nazi di Perang Dunia II itu terkenal kejam terhadap musuh politiknya.

Tercatat hingga 20 juta orang mati di kamp konsentrasi alias Gulag selama 31 tahun kekuasaan Stalin. 

4. Pol Pot


Pemimpin gerakan Khmer Merah ini cuma butuh waktu empat tahun untuk melumat satu juta nyawa penduduk Kamboja.

Korban sebagian besar meninggal karena bencana kelaparan, siksaan di penjara, kamp kerja paksa, atau pembunuhan.

Setelah dilengserkan dari jabatan perdana menteri oleh Vietnam, Pol Pot melancarkan perang gerilya dari hutan Kamboja hingga kematiannya tahun 1998.


5. Saddam Hussein

Kebencian diktator Irak Saddam Hussein terhadap etnis Kurdi nyaris tak mengenal batas.

Selama kekuasaannya sejak tahun 1979 hingga 2003, tercatat hingga 300.000 warga Kurdi tewas di tangan pengikut dia.

Secara keseluruhan, Saddam bertanggung jawab atas kematian hampir satu juta penduduk Irak.

Ia dihukum gantung tahun 2006 setelah digulingkan Amerika Serikat. 
 

6. Idi Amin


Selama tujuh tahun kekuasaannya, Presiden ketiga Uganda ini membunuh lebih dari 250.000 penduduk lewat penyiksaan, asasinasi, dan pembersihan etnis.

Ia kemudian mendapat julukan "Jagal Uganda".

Setelah lengser, Amin melarikan diri ke Arab Saudi. Hingga kematiannya, Idi Amin selama bertahun-tahun tinggal di kamar terbaik di sebuah hotel mewah di Jeddah.


7. Mengistu Haile Mariam


Setelah menjatuhkan Kerajaan Etiopia bersama Partai Komunis, Mengistu Haile Mariam melancarkan kampanye berdarah bernama "teror merah" terhadap musuh politiknya.

Selama dua tahun antara 1977 dan 1978, ia membunuh hampir setengah juta penduduk.

Mengistu lalu dihukum mati tahun 2006 oleh Pemerintah Etiopia dengan dakwaan melakukan genosida.

Ia sempat kabur ke jiran Zimbabwe untuk meminta perlindungan.


8. Kim Jong Il

Cuma Kim Jong Il yang tahu bagaimana cara membunuh jutaan orang dan tetap dipuja bak dewa.

Lantaran militerisasi ekonomi dan korupsi yang merajalela, tak kurang dari 2,5 juta penduduk Korea Utara tewas.

Mereka tewas akibat kemiskinan dan bencana kelaparan di pertengahan dekade 1990-an.

Di tangan "Sang Pemimpin Besar", satu generasi Korea Utara mengalami gangguan pertumbuhan karena malanutrisi.
 
 
Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber : Deutsche Welle via Kompas
Follow @GALABERITA

Bom di Pesta Pernikahan di Turki, 30 Tewas

Ahok Bengis Seperti Bandit, Kata Amien Rais

Kata Djarot: Saya dan PDIP Satu Paket

177 Jemaah Haji ilegal Indonesia Ditangkap di Filipina

Setelah Erdogan Merapat ke Putin, Sikap Turki Terhadap Suriah Berubah

Bom di Pesta Pernikahan di Turki, 30 Tewas

Ahok Bengis Seperti Bandit, Kata Amien Rais

Kata Djarot: Saya dan PDIP Satu Paket

177 Jemaah Haji ilegal Indonesia Ditangkap di Filipina

Setelah Erdogan Merapat ke Putin, Sikap Turki Terhadap Suriah Berubah

Presiden dan Sejumlah Menteri Rapat Maritim di Tepi Danau Toba

Komunisme Sudah Mati Dimangsa Kapitalisme

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Obama dan Dusta Perang Melawan Teroris di Suriah

Patung Donald Trump, Intermeso Pilpres AS

Krishnayana, Diaspora Indonesia Pendiri iSpionage di California

Mungkin Anda Stroke Kalau Mengalami Ini

Bila Otak Anda Mati, Apa yang Terjadi?

Ini Jenis Fobia yang Mungkin Anda Miliki

Saya 31 Tahun, Masih Perjaka, Kecanduan Pornografl

Cara Menghilangkan Rasa Trauma

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Sepakbola Tinju ala Italia, dan Festival Tukang Sihir Jerman

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • FEATURES
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu