Seiring perkembangan teknologi kamera, gambar-gambar mahluk yang misterius juga berkembang, dan Howard Timberlake menemukan bahwa foto-foto ini bahkan didapat dari kamera ponsel Anda.
Bulan februari di Hampton Court Palace di London. Gadis berusia 12 tahun, Holly Hampsheir mengambil iPhone miliknya untuk memfoto sepupunya, Brook, yang sedang berjalan sendirian di ruang King’s Apartments yang megah. Klik!
Barulah keesokan harinya, mereka menyadari bahwa Brook tidak sendiri di foto itu. Sosok perempuan tinggi yang tampak menggunakan jubah mengikutinya dari belakang. Dalam foto kedua, anehnya, anomali ini hilang.
Apakah ini adalah foto penampakan hantu yang jarang terekam kamera? Atau ada penjelasan yang lebih….hmm…masuk akal?
Jawabannya, yang akan Anda temukan dalam tulisan ini, akan lebih menjelaskan bagaimana ponsel pintar merekam gambar, daripada menjelaskan sisi supernatural.
Sejak kamera ditemukan, hantu-hantu bermunculan dalam foto. Dan dengan perkembangan teknologi kamera, jenis baru dari jejak hantu telah muncul.
“Saya adalah orang yang skeptis dari sudut pandang fotografer dan orang yang tidak percaya akan hantu….Sangat sedikit di luar sana yang tidak bisa direkayasa dengan teknik fotografi,” kata Michael Pritchard, Direktur dari Royal Photographic Society.
Indera keenam dan kepekaan
Akar dari fotografi hantu dapat ditelusuri dari abad ke 19. Pada periode 1850 hingga 1860-an banyak fotografer yang bereksperimen dengan efek baru seperti gambar stereoscopic dan pencahayaan ganda.
Rasa duka dan kehilangan yang merundung banyak negara setelah perang, membuat orang-orang terdorong untuk melakukan reuni dengan keluarga dan kerabat mereka yang meninggal.
William Hope di Inggris adalah fotografer yang menjawab kebutuhan-kebutuhan itu. Tapi seperti Mumler, dia diberondong oleh tuduhan penipuan. Sebuah investigasi yang dipimpin oleh periset paranormal terkenal Harry Prince membuktikan bahwa Hope menipu dengan menggunakan teknik pencahayaan ganda.
NATIONAL MEDIA MUSEUM
Lebih dari satu dekade kemudian, Prince kembali menyelidiki sebuah foto yang tak masuk akal. Pada 1936, dua orang dari majalah Country Life akan dipotret di tangga Raynham Hall, Norfolk, England.
Namun seorang asisten fotografer, Indre Shira, tiba-tiba melihat “sekumpulan asap yang tampak seperti perempuan” turun dari tangga. Mereka lantas buru-buru merekamnya.
Foto itu kemudian tampil di majalah Country Life dan diberi judul ‘The Brown Lady’. Orang-orang percaya itu adalah sosok Lady Dorothy Townshend, yang dikabarkan menghantui tempat itu sejak dia meninggal secara misterius pada 1726.
Prince meyakini foto itu tidak direkayasa. “Saya akan mengatakan bahwa saya terkesan. Saya tidak meragukan cerita mereka dan saya tidak punya hak untuk tidak mempercayainya. Hanya kebohongan antara dua orang yang bisa membuat itu palsu, tetapi film negatif tampak tidak menipu.”
Namun, sebagian tetap skeptis. Pada 1937, Society of Phychical Research berkesimpulan bahwa foto itu terbentuk karena kamera tidak stabil saat mengambil foto selama enam detik itu.
A
Beralih ke digital
Kamera digital yang kita pegang hari ini bisa juga menangkap hantu-hantu palsu. Foto perempuan di Hampton Court yang dibicarakan di awal tulisan ini misalnya, hampir pasti adalah akibat teknologi kamera.
Tak seperti kamera analog, kamera ponsel cenderung mengambil foto dalam beberapa tahap – sama seperti mesin pemindai yang bergerak untuk memindai selembar kertas. Prosesnya cukup lama – apalagi di tempat yang gelap, ketika sensor gambar di ponsel membutuhkan waktu yang cukup untuk merekam informasi gambar. Ini disebut dengan ‘image aliasing’. Hasilnya, segala sesuatu yang bergerak selama pengambilan gambar bisa terdistorsi.
Meskipun kita memiliki pengetahuan tentang trik-trik foto kamera, tampaknya masih banyak yang percaya bahwa ruh bisa tertangkap oleh kamera.
Buktinya, menurut sebuah jajak pendapat Harris 2013, 42% orang Amerika percaya pada hantu; jajak pendapat serupa pada 2014 oleh YouGov menunjukkan 39% warga Inggris percaya ada hantu-hantu yang menghuni rumah.
Seperti penampakan hantu sendiri, rasa haus kita untuk melihat kehidupan di luar yang nyata, mungkin akan terus ada – sehingga terkadang bisa memunculkan keyakinan yang sesuai dengan teknologi dan ilmu yang berkembang saat itu.
BBC / Howard Timberlake




