• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Follow @GALABERITA
Category Category: FEATURES

Sebagian besar orang pernah mengalami Déjà vu, sensasi sekilas yang membuat Anda merasa pernah mengalami suatu peristiwa, atau melewati sebuah tempat, padahal Anda tidak pernah benar-benar mengalaminya atau melewati tempat tersebut. Menurut riset, sekitar dua pertiga orang pernah mengalami déjà vu setidaknya sekali seumur hidup. 


Istilah déjà vu ini diciptakan pada tahun 1876 oleh filsuf Perancis Emile Boirac untuk menggambarkan perasaan kuat bahwa pengalaman yang Anda alami sekarang sudah pernah dialami di masa lalu. Kata “déjà vu” sendiri berasal dari bahasa Prancis yang artinya “pernah merasa atau melihat”.

Déjà vu menjadi misteri karena sifatnya hanya sekilas dan tak terduga, sehingga sulit untuk diteliti. Selama bertahun-tahun, Ilmuwan berusaha mengungkap penjelasan apa yang menyebabkan déjà vu. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Akira O’Connor dan rekan-rekannya di University of St Andrews, Inggris berhasil mengetahui apa yang terjadi di otak selama déjà vu.

Dalam penelitiannya, O’Connor dan tim berusaha untuk menimbulkan sensasi déjà vu pada partisipan dengan cara menanamkan memori palsu. Tim kemudian memindai otak partisipan yang mengalami déjà vu tersebut menggunakan fMRI. Awalnya, para ilmuwan mengira bahwa area otak yang terlibat dengan pengelolaan memori, seperti hipokampus, akan aktif selama fenomena ini, namun ternyata tidak demikian. Tim justru menemukan lobus frontal, area otak yang terlibat dalam pengambil keputusan menjadi lebih aktif.

O’Connor mengatakan, lobus frontal mengecek seluruh memori kita, dan mengirimkan sinyal jika ada kesalahan memori, yakni konflik antara hal-hal yang telah benar-benar kita alami dan hal yang kita pikir telah kita alami.

“Itu menunjukkan kemungkinan adanya beberapa konflik pengambilan keputusan yang terjadi di otak selama déjà vu terjadi,” kata Stefan Kohler dari University of Western Ontario di Kanada.

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa déjà vu merupakan tanda bahwa sistem pengecek memori pada otak bekerja dengan baik. Hal tersebut cocok dengan apa yang disebut efek usia pada memori, sebab déjà vu lebih umum terjadi pada orang-orang berusia muda dan jarang terjadi pada orang berusia tua, karena memori mulai mengalami penurunan. “Langkanya déjà vu pada orang usia tua mungkin menunjukkan penurunan sistem pengecekan umum, sehingga kesalahan memori cenderung terlewatkan,” kata O’Connor.

Meski demikian, bukan berarti bahwa orang yang tak pernah mengalami déjà vu bermasalah dengan sistem pengecekan memori mereka. O’Connor mengatakan, “Bisa jadi, orang yang tak mengalami déjà vu memiliki sistem memori yang lebih baik, sebab jika tak terjadi kesalahan memori pada otak, tak akan ada yang memicu déjà vu.”

Hingga saat ini, ilmuwan belum bisa memastikan apakah déjà vu memiliki manfaat kesehatan. “Bisa jadi, pengalaman déjà vu membuat orang lebih berhati-hati, karena mereka jadi tak terlalu percaya pada memori mereka, tapi bukti-bukti untuk itu belum ada,” pungkas Kohler.



Lutfi Fauziah / National Geographic, newscientist.com, sciencealert.com, bbc.com
Follow @GALABERITA

Bom di Pesta Pernikahan di Turki, 30 Tewas

Ahok Bengis Seperti Bandit, Kata Amien Rais

Kata Djarot: Saya dan PDIP Satu Paket

177 Jemaah Haji ilegal Indonesia Ditangkap di Filipina

Setelah Erdogan Merapat ke Putin, Sikap Turki Terhadap Suriah Berubah

Bom di Pesta Pernikahan di Turki, 30 Tewas

Ahok Bengis Seperti Bandit, Kata Amien Rais

Kata Djarot: Saya dan PDIP Satu Paket

177 Jemaah Haji ilegal Indonesia Ditangkap di Filipina

Setelah Erdogan Merapat ke Putin, Sikap Turki Terhadap Suriah Berubah

Presiden dan Sejumlah Menteri Rapat Maritim di Tepi Danau Toba

Komunisme Sudah Mati Dimangsa Kapitalisme

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Obama dan Dusta Perang Melawan Teroris di Suriah

Patung Donald Trump, Intermeso Pilpres AS

Krishnayana, Diaspora Indonesia Pendiri iSpionage di California

Mungkin Anda Stroke Kalau Mengalami Ini

Bila Otak Anda Mati, Apa yang Terjadi?

Ini Jenis Fobia yang Mungkin Anda Miliki

Saya 31 Tahun, Masih Perjaka, Kecanduan Pornografl

Cara Menghilangkan Rasa Trauma

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Sepakbola Tinju ala Italia, dan Festival Tukang Sihir Jerman

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • FEATURES
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu