Roscosmos Corporation Rusia dan NASA sedang membahas tentang masa depan misi angkasa luar bersama, menyusul akan berakhirnya proyek ISS di tahun 1924, satu proposal untuk menciptakan pangkalan angkasa luar di Bulan yang akan memungkinkan eksplorasi luar angkasa Mars.
Proyek Stasiun Luar Angkasa Internasional, kemitraan antara Rusia, AS, Uni Eropa, Jepang dan Kanada, akan berakhir pada 2024, ketika pesawat ruang angkasa itu akan jatuh laut.
Pekerjaan konstruksi ISS dimulai pada tahun 1998 ketika modul Zarya Rusia diluncurkan. Sedangkan bagian utama terakhir yaitu modul Magnetic Spectrometer Alpha, digabungkan pada Mei 2011 oleh US Space Shuttle Endeavour pada misi ke 25.
Pada bulan Maret tahun lalu kepala Roscosmos Igor Komarov menegaskan bahwa ISS akan melanjutkan investigasi ilmiah sampai 2024, dan mengungkapkan bahwa AS dan Rusia sedang dalam pembicaraan tentang penerus proyek internasional.
"Roskosmos dan NASA akan bekerja pada sebuah proyek untuk stasiun orbital masa depan," kata Komarov. Jumat 22 Juli 2016.
Ini akan menjadi proyek terbuka, dan tidak hanya peserta yang saat ini terlibat pada proyek ISS yang akan ambil bagian. Ini akan terbuka untuk semua negara yang ingin bergabung dalam proyek," kata Komarov, sebagaimana dilaporkan olehVesti.ru
Administrator NASA Charles Bolden mengatakan bahwa banyak negara yang mungkin berkolaborasi pada misi ke Mars.
"Arah kolaborasi kami adalah Mars. Kami berada dalam diskusi tentang cara terbaik untuk menggunakan sumber daya, keuangan, menentukan kerangka waktu dan bagaimana mengkoordinasikan upaya kami agar kegiatan tidak digandakan," kata Bolden, seperti dilansir Vesti.
Beberapa ilmuwan dan pengorbit sedang mempelajari Mars; yang terbaru adalah ExoMars, yaitu misi bersama Roscosmos dengan European Space Agency. Misi diluncurkan dari Baikonur Maret 2016 lalu. Namun, misi manusia direncanakan awal 2030an .
Pada Juli 2015 lalu William Gerstenmaier, Associate Administrator NASA untuk Operasi dan Eksplorasi Manusia mengatakan bahwa perbedaan politik antara Washington dan Moskow tidak boleh mengganggu program eksplorasi ruang angkasa.
"Kami sangat bergantung pada satu sama lain," dalam proyek ISS, pusat kontrol misi di Moskow dan Houston berada dalam kontak harian, kata Gerstenmaier.
Pada hari Selasa Anatoly Zak, penulis RussianSpaceWeb.com, memaparkan beberapa pilihan dalam artikel untuk Popular Mechanics. Zak mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan kedirgantaraan Amerika seperti Boeing dan Lockheed Martin telah bekerjasama dengan produsen pesawat ruang angkasa RSC Energia dan GKNPTs Khrunichev dari Rusia untuk merancang strategi misi.
Beberapa strategi sedang didiskusikan dengan membayangkan penciptaan "hunian" internasional dalam ruang angkasa antara Bulan dan Bumi (cislunar),
Pangkalan ini "bisa berfungsi sebagai platform untuk eksplorasi satelit alam kita dan batu loncatan untuk misi ke asteroid dan bahkan ke Mars," tulis Zak.
"Kedua belah pihak tampaknya mengerti mengapa mereka saling membutuhkan, dan bagaimana bagian-bagian yang cocok bisa dikerjakan bersama. Untuk bagian mereka, Rusia sangat menguasai pengembangan dan pengoperasian modul ruang angkasa yang bisa menjadi rumah bagi awak dan memberikan propulsi selama bertahun-tahun. begitu pula sebaliknya. Bahwa yang pasti AS bisa menggunakan. Seperti Bagaimana memperluas hunian dengan volume yang layak huni bagi kru Orion diluar. Bagaimana memperluas ruang kompartemen yang menyatu dengan modul pesawat komando, sehingga memungkinkan perpanjangan misi" kata Zak
Pada konferensi penelitian dan pengembangan ISS di San Diego pekan lalu, Administrator NASA William Gerstenmaier yang dikonfirmasi oleh Zak mengatakan bahwa misi dekat bulan sedang dipertimbangkan sebagai batu loncatan untuk misi berawak masa depan ke Mars.
"Jangan berpikir itu sebagai stasiun ruang angkasa sekitar Bulan. Anggap saja sebagai awal dari sistem transit Mars," kata Gerstenmaier.
NASA berencana meluncurkan pesawat ruang angkasa Orion di tahun 2020-an, ketika akan membawa astronot untuk mengeksplorasi asteroid, dan berharap untuk menempatkan Mars dalam jangkauan manusia di tahun 2030-an.
Di ISS, penyelidikan sedang dilakukan untuk memahami bagaimana untuk melindungi tubuh manusia dalam jangka waktu yang lebih lama di ruang angkasa. Misi manusia ke Mars akan membutuhkan perlindungan tubuh manusia di luar angkasa
Pada Maret 2016 astronot Amerika Scott Kelly dan kosmonot Rusia Mikhail Kornienko mendarat di Kazakhstan setelah menghabiskan rekor 340 hari di dalam kapal ISS di ruang angkasa,
Salah satu proyek penelitian selama "satu tahun misi" adalah pemeriksaan pergeseran cairan yang terjadi ketika cairan tubuh pindah ke tubuh bagian atas selama kondisi tanpa bobot, yang dapat menyebabkan tekanan pada kepala, serupa dengan yang dialami oleh orang yang berdiri di atas kepala mereka.
Dodo Aditya.
Sumber: Sputnik
