Presiden Joko Widodo meminta semua pihak yang berwenang dan terkait untuk menjadikan terungkapnya peredaran dan penggunaan vaksin palsu di beberapa rumah sakit, klinik dan puskesmas menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sekaligus distribusi produk farmasi dan obat-obatan.
"Ini momentum untuk memperbaiki tata kelola distribusi, baik menyangkut industri farmasi dan distribusi obat-obatan, termasuk vaksin," kata Presiden di Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18 Juli 2016).
Tujuannya, tidak lain agar seluruh anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Momentum ini, dapat dimulai dengan mengungkap perkara vaksin palsu itu secara keseluruhan.
Pelaku yang terlibat, baik produsen, distributor atau pun oknum di fasilitas kesehatan, harus dihukum.
"Saya sudah memerintahkan Kapolri, Kabareskrim, untuk terus meneliti satu per satu secara detail jaringan dan pelaku vaksin palsu agar ke depan tidak terulang lagi," tegas Presiden .
Presiden juga memerintahkan Kementerian Kesehatan hingga Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi untuk mendata berapa anak yang terkena vaksin palsu. Presiden meminta agar mereka segera divaksin ulang.
"Saya minta bertahap. Hari ini, besok lagi diundang, berikutnya juga diundang lagi sampai semuanya terselesaikan sesuai dengan data-data," kata Presiden menambahkan.
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana memantau langsung pemberian vaksin ulang di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin pagi.
Puskesmas itu mendata, ada 67 anak yang mendapatkan vaksin palsu sebelumnya. Namun, hingga Senin ini, baru 36 anak yang sudah divaksin ulang.
Secara keseluruhan Kementerian Kesehatan mengungkap 14 rumah sakit dan delapan bidan maupun klinik pengguna vaksin palsu.
RS yang terbukti menggunakan vaksin palsu antara lain RS dr Sander Cikarang, Bhakti Husada (Terminal Cikarang), Sentral Medika (Jln. Industri Pasir Gombong), RSIA Puspa Husada.
1. DR Sander, Cikarang
2. Bhakti Husada, Terminal Cikarang
3. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gombong
4. RSIA Puspa Husada
5. Karya Medika, Tambun
6. Kartika Husada, Jalan MT Haryono Setu, Bekasi
7. Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi
8. Multazam, Bekasi
9. Permata, Bekasi
10. RSIA Gizar, Villa Mutiara Cikarang
11. Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur
12. Elisabeth, Narogong, Bekasi
13. Hosana, Lippo Cikarang
14. Hosana, Bekasi, Jalan Pramuka
Adapun delapan nama bidan/klinik yang juga menerima vaksin palsu adalah:
1. Bidan Lia, Kp Pelaukan Sukatani, Cikarang
2. Bidan Lilik, Perum Graha Melati Tambun
3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sularata, Sukatani Cikarang
4. Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi
5. Klinik Dafa Dr Baginda Cikarang
6. Bidan Mega, Puri Cikarang, Makmur Sukaresmi, Cikarang
7. Bidan M Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur
8. Klinik Dr Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat
Indrawati W
