Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada 26-28 Juli, pekan depan. Rencananya, rapat pertama kepengurusan hasil Musya warah Nasional Luar Biasa, Mei lalu, tersebut akan mendeklarasikan dukungan pencalonan Joko Widodo dalam pemilihan umum presiden 2019. Namun, belum-belum, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Golkar Setya Novanto dan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie berbeda sikap.
Novanto dan para pengurus DPP sudah tegas menyatakan akan mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Pihak DPP menganggap keputusan itu sudah final dan harus dipatuhi semua kader.
"Jokowi capres 2019 sudah selesai dibicarakan. Tidak ada lagi perbedaan di internal Golkar," kata Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham.
Sayangnya pernyataan Idrus ini belum sejalan dengan Aburizal Bakrie. Pria yang akrab disapa Ical itu mengatakan, masalah dukungan kepada Jokowi baru akan diputuskan melalui forum Rapimnas dan melibatkan Dewan Pembina.
"Semua keputusan strategis harus dibicarakan bersama Dewan Pembina," kata Ical di Jakarta,
Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan, menurut AD/ART Partai Golkar, Dewan Pembina mengambil keputusan strategis bersama pengurus pusat. Dewan Pembina juga ikut menentukan calon presiden dan wakil presiden yang diusung partai serta pimpinan lembaga tinggi negara.
Namun, lanjutnya, sampai sekarang DPP tidak pernah berbicara dengan Dewan Pembina soal dukungan ke Jokowi. mengusung Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019. "Soal itu (mendukung Jokowi, red) belum dibicarakan, masih harus kami rapatkan lagi bersama," kata Fadel.
Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa dan Sumatera Golkar, Nusron Wahid, mengatakan strategi (mendukung Jokowi, red) dilakukan untuk menarik simpati masyarakat dan para pemilih. "Tak terkecuali dari pemilih Jokowi,” kata Nusron. "Berhasil atau tidak, itu langkah selanjutnya.”
Nusron menjelaskan, strategi itu dilakukan Golkar karena pilpres dan pileg 2019 akan berbeda, yakni dilakukan secara bersamaan. Dulu, kata dia, partai politik termasuk Golkar bisa mengulur waktu untuk melihat hasil pemilu legislatif lalu mencalonkan sebagai presiden. "Sekarang tidak ada lagi yang ditunggu,” ucap Nusron.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mengingatkan, Golkar agar menyelesaikan masalah internalnya terlebih dulu. Apalagi pemerintah belum mengesahkan kepengurusan baru Golkar. Jangan melaju lebih cepat daripada dinamika internal, ujarnya.
