Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memberlakukan Undang-undang darurat jika Mahkamah Agung menghalangi langkahnya memerangi kejahatan narkotika.
Ancaman Duterte disampaikan kepada Ketua Mahkkamah Agung Maria Lourdes Sereno saat berkunjung ke Infantri Batalion 4 di Kamp Evangelista, kota Cagayan de Oro hari ini,Selasa, 9 Agustus 2016.
Sehari sebelumnya, Sereno mempersoalkan keterlibatan tujuh hakim dalam kejahatan narkotika. Sereno menegaskan, hanya pengadilan tinggi yang berwenang untuk mendisplinkan anggotanya. Tujuh hakim itu masuk dalam daftar pejabat yang terlibat kejahatan narkotika yang diumumkan Duterte.
Menanggapi Sereno, Duterte menjelaskan ia mempublikasikan nama-nama pejabat yang terlibat narkoba sebagai kepala pemerintahan di Filipina. "Saya tidak pernah menuduh seseorang kecuali membaca nama mereka. Itu tugas saya sebagai Presiden Filipina," kata Duterte.
Duterte mengingatkan Sereno bahwa dirinya ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi Ketua Mahkamah Agung. Dan, saat ini ada sekitar ratusan ribu orang kecanduan narkotika.
Duterte meminta Sereno untuk tidak menciptakan krisis konstitusional sehubungan kebijakannya memerangi kejahatan narkotika. "Please, jangan ciptakan isu konstitusional," ujar Duterte.
INQUIRER
