• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
Menu
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • SPORT
  • ENTERTAINMENT
  • SAINSTEKNO
  • GAYA
  • PSIKOLOGI & KESEHATAN
  • PERSONA
  • RILIS
  • FEATURES
  • OPINI

ISIS Punya Kemiripan Dengan Kaum Anarkis Abad 19

Follow @GALABERITA
Category Category: INTERNASIONAL

Sejarawan Profesor John Merriman dari Yale University di Amerika Serikat mengungkapkan, terdapat banyak kesamaan antara kelompok teroris ISIS dengan kaum anarkis dan nihilis di abad ke-19. Menurut Prof. Merriman, ada perbandingan menarik antara kemunculan dan taktik yang digunakan ISIS saat ini dengan gerakan anarkis dan nihilis yang saat itu melawan sentralisasi kekuasaan di Amerika Serikat dan Eropa abad ke-19 dan awal abad ke-20 silam.


"Kaum anarkis, misalnya, sangat memfavoritkan penggunaan dinamit dalam aksinya, sementara kalangan teroris dewasa ini menggunakan bom yang ditanam di jalan," katanya kepada ABC Australia.

"Kedua kelompok ini juga sama-sama memliki keyakinan bisa menumbangkan kekuasaan, yaitu menumbangkan kapitalis bagi kaum anarkis, dan AS serta sekutunya bagi kaum teroris," ujar Prof. Merriman. 

Prof. Merriman menulis sejumlah buku bertema gerakan anti kemapanan, termasuk buku berjudul The Dynamite Club, yang membahas tokoh anarkis Perancis Emile Henry, yang melakukan pengeboman Stasiun Kereta Api Gare Saint-Lazare di Paris tahun 1894. 

"Emile Henry merupakan orang pertama yang secara terang-terangan mengatakan, saya akan membunuhmu karena kamu borjuis," ujar Prof Merriman. Ia menyebutkan, kaum teroris saat ini umumnya memiliki latar belakang yang mirip dengan kaum anarkis abad 19. Tokoh anarkis Eropa seperti teroris asal Perancis bernama Ravachol, merupakan anak muda yang gagal.

"Banyak di antara mereka tidak memiliki apa-apa sama sekali," jelasnya.

"Serangan kaum anarkis terjadi dalam era yang kita sebut era depresi panjang. Namun sebenarnya era tersebut ditandai kondisi ekonomi yang suram, dan saat ini hal serupa kita temukan di Timur Tengah," kata Prof. Merriman.


 
National Geographic
SHARE
Follow @GALABERITA

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Pengebom Bunuh Diri di Turki Berusia 12 Tahun

Kemlu Upayakan Jemaah Haji RI yang Ditahan Filipina Dianggap Korban

RUU Pemilu Antisipasi Calon Tunggal Capres-Cawapres 2019

Intelijen AS Dirusak oleh Kebiasaan Menyenangkan Penguasa

Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi di Dunia

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Jemparingan, Tradisi Kuno Yang Hidup Lagi di Yogyakarta

Komunisme Sudah Mati Dimangsa Kapitalisme

Misteri Deja Vu Akhirnya Terpecahkan

Obama dan Dusta Perang Melawan Teroris di Suriah

Patung Donald Trump, Intermeso Pilpres AS

Detak Jantung Mempengaruhi Kebijaksanaan Anda

Mungkin Anda Stroke Kalau Mengalami Ini

Bila Otak Anda Mati, Apa yang Terjadi?

Ini Jenis Fobia yang Mungkin Anda Miliki

Saya 31 Tahun, Masih Perjaka, Kecanduan Pornografl

Banyak Dibaca

Demi Menyusui Pacarnya Tiap Dua Jam, Wanita Ini Berhenti Bekerja

Dewan Kesepian Jakarta: Menjadi jomblo dan tetap baik-baik saja

Ini 8 Diktator Paling Kejam dalam Sejarah Dunia

Perang Narkoba di Filipina dan Cara Cepat Menjadi Gila

Generasi Tanpa Ayah, Anak-Anak yang Terlahir dari Wisata Syahwat

Orang Ambivert adalah Ekstrovert sekaligus Introvert

Suatu Malam di Majelis Zikir Sufi di Katedral St. John

Beginilah ISIS Jual Minyak Curian Ke Israel via Turki

Perubahan Urutan Pancasila dan Perdebatan Syariat Islam di Piagam Jakarta

Kisah Perempuan Indonesia Penyelamat Harimau

Masjid bekas gereja dengan lukisan Yesus yang masih dipertahankan

Sering Salah Panggil Nama Orang? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bisakah Otak Berkembang Setelah Usia Dewasa? Bisa, Ini Caranya

Inilah Fakta Pengaruh Ajaran Fethullah Gulen di Indonesia

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Jika Ada Seseorang yang Menatapnya?

Ini Sebabnya Mengapa Hitler Pakai Kumis Model Sikat Gigi

Diremas Dadanya Oleh Orangutan, Turis Wanita ini Malah Tertawa

Saat Bangunan Intelektual Rumi Terkoyak, dan Tenggelam di Dunia Sufi

Konsep Hijâb dalam Tradisi Yahudi, Nasrani, dan Islam

Hadeuh ... Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Lihat Videonya:

Ingin Awet Muda, Olahraga dan Kurangi Berat Badan

Mau Langsing? Ini 4 Cara Aktifkan Hormon Penurun Berat Badan

Erdogan dan Gulen, Kawan yang Berubah jadi Lawan

Ada Korelasi antara Gen dan Kebahagiaan Seseorang

Sepakbola Tinju ala Italia, dan Festival Tukang Sihir Jerman

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • INTERNASIONAL
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu