Korp Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan anggota kelompok teroris yang ditangkap di barat daya Iran pekan lalu telah mengaku memperoleh dukungan dari AS dan Saudi.
"Orang-orang ini mengakui dari berbagai aspek yang luas atas kejahatan mereka dan peran dukungan yang dimainkan oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat dalam peningkatan sasaran sel," kata seorang komandan IRGC Kamis 22 Juni 2016
Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour, komandan Angkatan Darat IRGC, mengatakan rincian akan diumumkan kemudian. Kelompok ini dibongkar di kota Khash di Provinsi Sistan-Baluchestan Iran pada pekan lalu .
Pakpour mengatakan salah satu teroris kemudian meninggal karena luka yang diderita selama penangkapan, sementara yang lain sedang dalam tahanan.
Pakpour mengatakan Washington dan Riyadh,sedang berusaha untuk mengatur dan memperkuat kelompok teror dan elemen kontra-revolusioner di pinggiran geografis Iran, kelompok yang katanya telah melemah selama bertahun-tahun dan berhadapan dengan pasukan keamanan Iran di wilayah perbatasan.
Selama beberapa hari terakhir, sejumlah kegiatan teror digagalkan di perbatasan dan di dalam negeri, katanya. "Kelompok-kelompok ini telah dimaksudkan untuk menyerang warga Iran di sejumlah kota besar Iran dengan menggunakan amunisi yang kuat," kata jenderal itu.
Pakpour juga memperingatkan bahwa musuh berusaha untuk menimbulkan konflik diantara etnis Iran sebagai sarana mereka untuk memecah belah.
Dalam sambutan sebelumnya, Pakpour mengatakan bahwa pasukan IRGC telah terlibat dalam bentrokan dengan kelompok teroris di barat laut negara itu dekat perbatasan dengan Irak, menewaskan sejumlah teroris.
Sehari sebelumnya, Menteri Intelijen Mahmoud Alavi memberikan penjelasan kepada para wartawan tentang penggerekan baru-baru ini, mengatakan bahwa sebanyak 10 teroris telah ditangkap dari 14-20 Juni di Teheran dan tiga provinsi. perbatasan dan tengah
Alavi mengatakan militan berencana lmellakukan peledakan dengan menggunakan remote control bom bunuh diri, dan serangan bom mobil di keramaian kota.
Menteri mengatakan sekitar 100 kilogram bahan peledak dan bahan pembuat bom sejauh ini telah disita. Pasukan keamanan juga mencegat dua ton bahan peledak selama "operasi intelijen yang kompleks dan rahasia" sebelum mereka bisa mencapai penyerang.
Setelah menggagalkan plot Takfiri-Wahhabi untuk melancarkan serangan di Teheran, Kementerian Intelijen Iran merilis sebuah video pada hari Rabu menunjukkan pasukan keamanan menyerang tempat persembunyian teroris di ibukota
Dodik Prasetio
Sumber: Press TV


