• HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • ENTERTAINMENT
    • SPORT
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE

Direktur CIA Peringatkan Kehebatan Hacker Rusia

Makanan yang Menguasai Dunia

Pemerintah Coret Merek Cap Kaki Tiga

Presiden Filipina Persilakan Mary Jane Veloso Dieksekusi di Indonesia

Mengapa Merkurius & Venus Tidak Punya Satelit Seperti Bulan?

Category Category: SAINSTEKNO

Dari seluruh planet di Tata Surya, hanya Merkurius dan Venus yang tidak memiliki satelit pengiring. Mengapa demikian?


Tata Surya punya delapan buah planet, dan sebagian besar planet di tata Surya punya pengiring yang disebut satelit. Bumi punya Bulan yang senantiasa menemaninya. Mars punya Phobos dan Deimos. Jupiter si planet gas terbesar di Tata Surya punya 67 satelit alam, sedangkan Saturnus yang cincin indahnya bisa tampak itu punya 62 satelit. Uranus dan Neptunus juga punya satelit yang masing – masing jumlahnya 27 dan 14. Bahkan planet kerdil seperti Pluto dan Eris juga punya pengiring. Tercatat, Pluto yang pada tahun 2006 diklasifikasi ulang sebagai planet katai memiliki 5 buah pengiring.

Dari seluruh planet di Tata Surya, hanya Merkurius dan Venus yang tidak memiliki satelit pengiring. Pertanyaannya, bagaimana sebuah planet bisa memiliki satelit pengiring?

Menurut para astronom, ada beberapa cara sebuah planet bisa memiliki satelit pengiring. Pada saat awal pembentukan Tata Surya, planet mengakresi materi untuk bisa memiliki massa yang cukup untuk menjadi sebuah planet. Nah, diyakini kalau satelit itu merupakan materi yang tidak berhasil diakresi oleh si planet, tapi materi tersebut tetap berada dalam pengaruh gravitasi planet yang baru saja terbentuk.

Sebuah planet juga bisa memperoleh satelit dengan menangkap sebuah obyek dalam hal ini asteroid atau komet yang kemudian terperangkap dalam pengaruh gravitasi si planet. Contohnya adalah satelit Phobos dan Deimos yang adalah asteroid ditangkap Mars.

Dan cara terakhir sebuah planet bisa memiliki satelit adalah lewat tabrakan antara planet dengan obyek lain, dimana sisa tumbukan yang terjadi kemudian terperangkap dalam gravitasi planet dan mulai mengorbit planet tersebut. DIyakini, lewat tabrakan inilah Bumi bisa memiliki Bulan sebagai satelitnya. Diyakini bahwa Bumi pernah ditabrak oleh sebuah obyek sebesar Mars beberapa milyar tahun lalu. Saat terjadi tumbukan ada materi yang kemudian terlontarterperangkap dalam gravitasi Bumi. Materi yang terlontar itu kemudian bergabung dan membentuk obyek yang kemudian kita kenal dengan nama Bulan.

Bagaimana dengan Merkurius dan Venus?

Dari skenario yang ada, tentunya Merkurius dan Venus pun bisa memiliki satelit. Skenario yang ada memungkinkan itu. Tapi kendala terbesar adalah jaraknya yang dekat dengan Matahari.

Skenario yang memungkinkan adalah satelitnya terbentuk pada saat awal pembentukan planet di Tata Surya saat Merkurius dan Venus juga terbentuk atau lewat peristiwa tumbukan dengan obyek lain seperti halnya Bumi – Bulan.

Untuk skenario Merkurius dan Venus menangkap komet atau asteroid yang lewat dan memerangkapnya dalam pengaruh gravitasi mereka juga sangat sulit. Kendalanya ya jarak dengan Matahari dimana gaya tarik Matahari lebih mendominasi sehingga ketika ada komet atau asteroid yang melintas tentunya akan dipengaruhi gravitasi Matahari dan dilahap oleh Matahari.

Jadi hanya dua skenario yang memungkinkan. Dari hasil pemodelan yang dilakukan astronom, diperkirakan Venus memang memiliki satelit akibat tabrakan dengan obyek besar di awal pembentukannya. Tabrakan yang juga menyebabkan si bintang fajar berbalik arah rotasinya.

Tapi, lagi-lagi jaraknya yang dekat dengan Matahari menjadi masalah. Ketika sebuah satelit terbentuk, ia butuh jarak yang tepat untuk bisa memiliki orbit yang stabil untuk mengelilingi planet induknya. Untuk satelit di kedua planet ini, jarak yang tepat itu sulit ditemukan karena keberadaan mereka yang dekat dengan Matahari menyebabkan pengaruh gravitasi Matahari mendominasi. Akibatnya satelit yang berada pada kedua planet ini memiliki orbit yang tidak stabil. Satelit yang berada jaraknya agak jauh dari Merkurius dan Venus kemudian justru ditangkap oleh Matahari. Jika satelit berada dekat dengan kedua planet tersebut, justru hancur karena gaya gravitasi dan gaya pasang surut planet. Dengan kata lain, planet akan jatuh menabrak Merkurius dan Venus.

Zona di Merkurius dan Venus dimana satelit bisa memiliki orbit yang stabil selama milyaran tahun sangatlah tipis sehingga sulit bagi keduanya untuk mempertahankan keberadaan satelit dalam jangka waktu lama. Bahkan untuk bisa menang melawan pengaruh Matahari pun sulit. Singkat cerita, kalau ada satelit di kedua planet ini maka satelit-satelitnya sudah terlebih dulu ditangkap Matahari.

Pada akhirnya, keduanya pun tidak memiliki satelit.


(Avivah Yamani/langitselatan.com/NationalGeographic

ShareThis

Direktur CIA Peringatkan Kehebatan Hacker Rusia

Makanan yang Menguasai Dunia

Pemerintah Coret Merek Cap Kaki Tiga

Presiden Filipina Persilakan Mary Jane Veloso Dieksekusi di Indonesia

Hillary Clinton Mengalami Radang Paru-paru

Utang Rp 2,3 Triliun TVOne, ANTV, Vivanews

Arab Saudi Setujui Penambahan Kuota Haji Indonesia

.

  • facebook
  • google+
  • twitter
  • tumblr
  • Linkedin

Direktur CIA Peringatkan Kehebatan Hacker Rusia

Makanan yang Menguasai Dunia

Pemerintah Coret Merek Cap Kaki Tiga

Presiden Filipina Persilakan Mary Jane Veloso Dieksekusi di Indonesia

Hillary Clinton Mengalami Radang Paru-paru

Utang Rp 2,3 Triliun TVOne, ANTV, Vivanews

Arab Saudi Setujui Penambahan Kuota Haji Indonesia

Makanan Pokok 1,3 Miliar Warga Tiongkok

Sebagian dari 229 Jemaah Haji yang Ditangkap di Arab Saudi Bakal Dideportasi

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Mereka Meyakini Dewa Tertinggi itu Bernama Allah

Saya Setuju Tes DNA, Kata Ario Kiswinar Merespons Tantangan Mario Teguh

Saya Setuju Tes DNA, Kata Ario Kiswinar Merespons Tantangan Mario Teguh

Romo Yang Gemar Melintas Batas

Gatot Brajamusti dan Ritual Uh-oh-ihnya dengan Wanita

Gatot Brajamusti dan Ritual Uh-oh-ihnya dengan Wanita

Mahfudz Siddiq yang Enak eh Saya yang Diomelin, Kata Mahfud MD

Amerika Serikat Menuju Kehancuran Finansial Total

Tidak Ada Perintah Tuhan Kepada Ibrahim Untuk Menyembelih Anaknya

Tidak Ada Perintah Tuhan Kepada Ibrahim Untuk Menyembelih Anaknya

Anda Orang Jakarta atau Makassar?

Benarkah Paranoid Bisa Mengantarkan Anda Menuju Sukses?

Gaya Hidup Tepat Waktu Bangsa Swiss

Gaya Hidup Tepat Waktu Bangsa Swiss

  • Homearrow
  • NEWS & FEATURESarrow
  • SAINSTEKNO

We have 132 guests and no members online

Powered by Helix
Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates
Goto Top
  • HOME
  • NEWS & FEATURES
    • OPINI
    • FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    •  
    • XLINK
      • DETIK
      • TEMPO
      • KOMPAS
      • BBC
      • DW
      • VOA
      • NATIONAL GEOGRAPHIC
      • YOUTUBE