Laporan mengatakan sedikitnya lima warga sipil Suriah tewas, sejumlah lainnya terluka dalam serangan kimia oleh teroris takfiri yang disponsori asing terhadap lingkungan perumahan di barat laut Suriah,
Direktur kesehatan untuk Aleppo Mohammad Hazouri mengatakan lima orang tewas dan delapan lainnya mengalami kesulitan bernapas setelah peluru artileri yang mengandung gas beracun melabrak Kota Tua Aleppo pada hari Selasa 2 Agustus 2016, kata kantor berita resmi SANA.
Sumber pemerintah mengatakan teroris takfiri juga menggunakan munisi kimia terhadap warga sipil di kota Saraqib di provinsi Idlib tapi militan menuduh pasukan pemerintah melaksanakan serangan itu.
Dokter Ibrahim al-Assad, seorang ahli saraf di Saraqib, kata dia merawat 16 dari 29 kasus dibawa ke rumah sakit pada Senin malam.
Dokter Ibrahim melanjutkan bahwa sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak menderita kesulitan bernapas, mata merah dan mengi.
Tim penyelamat dan dokter di kota itu mengatakan gejala yang mirip dengan yang disebabkan oleh gas klorin.
Serangan kimia tersebut muncul setelah tentara Suriah membuat kemajuan dalam operasi untuk merebut kembali Aleppo dari teroris yang melihat sosok pengetatan di sekitar mereka di daerah-daerah yang mereka kontrol.
Amerika Serikat telah menekan Suriah untuk melonggarkan blokade atas kota. Rusia, yang melakukan kampanye udara terhadap posisi-posisi teroris di Suriah, telah membentuk koridor bagi warga sipil untuk keluar dari Aleppo dengan aman di tengah operasi tentara Suriah.
Pemerintah Suriah sudah menyerahkan semua persediaan bahan kimia di bawah kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Rusia dan Amerika Serikat pada tahun 2013.
Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah mengawasi operasi untuk menghancurkan stok kimia milik Suriah.
Kesepakatan itu terjadi setelah serangan gas Agustus 2013 yang menewaskan ratusan orang di pinggiran Ghouta Damaskus. Menurut laporan, roket digunakan dalam serangan itu adalah buatan tangan dan berisi sarin.
Sementara pemerintah Suriah membantah bertanggung jawab atas serangan Ghouta, Selanjutnya setuju menghapus persediaam senjata kimia untuk menghilangkan dalih apapun bagi AS untuk melakukan invasi
Pada tanggal 7 April 2016, 23 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya menderita kesulitan bernapas saat teroris Daesh melakukan serangan kimia terhadap anggota Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di lingkungan perumahan Sheikh Maqsood Aleppo.
Suriah dicengkeram militansi yang didukung asing sejak Maret 2011. Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura memperkirakan lebih dari 400.000 orang tewas dalam konflik.
Sejak tahun 2014, PBB mengatakan tidak lagi melakukan update jumlah korban tewas di Suriah karena tidak bisa memverifikasi angka yang diterima dari berbagai sumber.
Dodo Aditya.
Sumber: Press TV



