• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu

Densus 88 Sedang Memburu Terduga Teroris Terkait Jaringan Surabaya

Follow @GALABERITA
Category Category: NASIONAL

Berdasarkan pemeriksaan para tersangka teroris yang ditangkap di Surabyata, ternyata masih ada anggota kelompok jaringan ini yang masih berkeliaran. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Densus 88 masih memburu anggota jaringan lainnya yang masih berkeliaran

  

"Masih ada. Dari pemeriksaan para tersangka, ada beberapa nama yang terus didalami," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14 Juni 2016).

 

Boy tidak menyebutkan berapa orang yang masih diincar petugas. Saat ini, penyidik tsedang mempersiapkan administrasi penahanan untuk tiga tersangka yang ditangkap terlebih dahulu, yakni PHP, BRN, dan FN. Sedangkan S yang ditangkap berikutnya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.  "Yang satu belum selesai, belum final. Karena yang satunya kan susulan," 

 

Hingga kini belum diketahui dari mana para tersangka mendapatkan senjata dan bahan-bahan peledak. Saat dilakukan penangkapan, Densus 88 menyita barang bukti berupa tiga bom aktif berdaya ledak tinggi, dua pucuk senjata api laras panjang, senjata api laras pendek, cairan kimia, sangkur, hingga ponsel.

 

Polisi menduga mereka berencana untuk melakukan bom bunuh diri di pusat keramaian dan menyerang petugas kepolisian.

 

Menurut Boy, diperkirakan rencana penyerangan sudah dipersiapkan selama dua tahun sejak keduanya bebas dari kurungan penjara.

 

PHP pernah dipenjara karena terlibat kasus narkoba, sedangkan FN juga pernah ditahan karena kasus kriminal. Menurut Boy, PHP dan FN mengenal dunia radikal semenjak ditahan di lembaga pemasyarakatan.

 

"Terpantau dari hasil proses perkenalan mereka, saat sama-sama dengan pelaku teror lain, terjadi semacam penyebarluasan radikalisme selama di Lapas Porong," ujar Boy.

Follow @GALABERITA

 

Berdasarkan pengakuan ketiganya, mereka berpedoman pada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

 

Boy mengatakan, mereka kerap melihat cara ISIS menyebarkan ajarannya melalui media sosial dan tayangan video. Bahkan, tersangka BRN bekerja untuk Salim Mubarak At Tamimi alias Abu Jandal, petinggi ISIS asal Malang.

 

Indrayami

Follow @GALABERITA
  • Homearrow
  • NEWSarrow
  • NASIONAL
Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu