Pendukukung Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) diperkirakan menang dengan suara 52 persen lawan 48 persen hanya London, Skotlandia dan Irlandia Utara mendukung Inggris tetap bertahan sebagai anggota UE
Pemimpin UKIP Nigel Farage memuji sebagai "hari kemerdekaan" Inggris Namun kubu pendukung yang ingin tetap bertahan di UE menyebutnya sebagai "bencana".
Nilai Pound jatuh ke tingkat terendah terhadap dolar sejak 1985 karena reaksi pasar terhadap hasil perhitungan suara. Jumlah pemilih dalam referendum mencapai 71,8%, lebih dari 30 juta orang memberikan suara - jumlah pemilih tertinggi pada pemilu Inggris sejak tahun 1992. Wales dan mayoritas di luar London sebagian besar menyuarakan untuk Brexit.
Kanselir bayangan dari Partai Buruh John McDonnell mengatakan Bank of England mungkin harus campur tangan untuk menopang pound, yang kehilangan 3% pada saat hasil pertama menunjukkan hasil yang kuat untuk untuk mendukung Inggris keluat dari UE seperti yang terjadi di Sunderland mengejutkan nilai pound yang turun sebanyak 6,5% terhadap euro.
Hari Kemerdekaan
Pemimpin UKIP Nigel Farage - yang berkampanye menentang bergabungnya Inngris bersama UE selama 20 tahun terakhir, mengatakan kepada para pendukungnya yang bersorak "ini akan menjadi kemenangan bagi rakyat kecil, bagi rakyat kebanyakan".
Farage yang semula memperkirakan Inggris tetap bersama UE menang setelah perhitungan suara pada malam hari menunjukkan bahwa akan terjadi Kamis 23 Juni menjadi "hari bersejarah sebagai hari kemerdekaan kita".
Farage meminta Perdana Menteri David Cameron, yang berkampanye dengan penuh semangat untuk Inggris tetap sebagai anggota UE,berhenti "segera" Sumber di Partai Buruh mengatakan: " "Jika rakyat Inggris memilih hengkang dari UE, Cameron seharusnya serius mempertimbangkan posisinya"
Tapi pro Inggris keluar dari UE asal Konservatif termasuk Boris Johnson dan Michael Gove telah menandatangani surat yang ditujukan kepada Cameron dan mendesak dia untuk tetap pada posisinya apa pun hasilnya.
Mantan Menteri urusan Eropa dari Partai Buruh Keith Vaz mengatakan kepada BBC bahwa rakyat Inggris secara "emosi" menolak saran dari para pakar yang telah memperingatkan tentang dampak ekonomi yang diakibatkan jika Inggris hengkang dari Uni Eropa.
Dia mengatakan Uni Eropa harus segera menyeru pertemuan darurat setelah suara resmi menyatakan Inggris hengkang dari UE, selanjutnya menyebut sebagai "bencana bagi negara kita,bagi Eropa dan dunia".
Menlu Jerman Frank Walter Steinmeier menggambarkan hasil referendum sebagai "hari yang menyedihkan bagi Eropa dan Inggris".
Tapi pendukung Inggris hengkang dari UE Tory MP Liam Fox mengatakan pemilih telah menunjukkan "keberanian" besar dengan memutuskan untuk "mengubah jalannya sejarah" untuk Inggris dan, ia berharap, untuk seluruh Eropa.
Dan ia menyerukan "Periode refleksi masa tenang", untuk membiarkan semuanya tenggelam dan hanya bekerja melalui apa yang sebenarnya secara tekhnis selanjutnya " bersikeras bahwa Cameron harus tetap sebagai PM.
Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon mengatakan bahwa suara Uni Eropa "membuat jelas bahwa rakyat Skotlandia melihat masa depan mereka sebagai bagian dari Uni Eropa" setelah semua 32 daerah otoritas lokal mayoritas kembali mendukung Inggris tetap betahan di UE
Dodo Aditya.
Sumber BBC
