Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari dengan tegas menolak pertanyaan AS tentang peran Teheran di Irak dengan mengatakan negaranya membutuhkan bantuan Iran dalam memerangi teroris.
Jaafari mengatakan kepada televisi al-Mayadeen Lebanon dalam wawancara eksklusif disiarkan pada Sabtu 11 Juni 2016 malam bahwa AS tidak bisa mendikte kebijakan Irak.
"Ada koordinasi antara Rusia, Suriah, Iran dan Irak. Irak membutuhkan pengalaman dan informasi yang diberikan oleh negara-negara ini" untuk melawan teroris, katanya.
Pasukan Irak sedang berjuang memerangi teroris di Fallujah dan mempersiapkan untuk mengusir Daesh dari Mosul. Pada hari Ahad 12 Juni pasukan Irak merebut kembali sebuah desa di selatan Mosul dalam operasi mereka di provinsi Nineveh.
Pasukan relawan, yang disebut Hashd al-Shaabi, membantu tentara Irak dalam pertempuran tetapi keterlibatan mereka memicu kritik yang dilontarkan Arab Saudi, Amerika Serikat dan negara-negara tertentu lainnya.
Jaafari menegaskan dukungan pemerintah Irak kepada kelompok relawan Hashd al-Shaabi, termasuk perannya dalam mendorong serangan berkelanjutan untuk merebut kembali Fallujah.
"Rakyat Irak telah menempatkan patriotisme mereka yang ditunjukkan melalui Hashd al-Shaabi dan pesan dari korban mereka adalah bahwa Irak tidak akan pernah membiarkan musuh menentukan nasib anak-anak Fallujah."
Menteri luar negeri Irak juga menepis posisi AS terhadap kegiatan pasukan Hashd al-Shaabi di Irak.
"Posisi Amerika mewakili AS dan bukan kehendak Irak. Pasukan Hashd al-Shaabi adalah bagian dari kehendak nasional Irak," kata Jaafari.
Sementara beberapa negara asing menentang keterlibatan pasukan relawan yang mereka anggap tidak ada warga Irak yang berpartisipasi dalam perang dan selanjutnya Jafaari menolak tudingan itu
Menteri al Jafaari secara khusus mengutuk Duta Besar Saudi untuk Baghdad Thamer al-Sabhan karena "mengganggu" urusan dalam negeri Irak, khususnya yang berkaitan dengan keamanan.
Pada bulan Januari, Irak memanggil duta besar Saudi atas pernyataan menghina mengenai Hashd al-Shaabi, termasuk tuduhan bahwa kekuatan itu tidak populer di kalangan rakyat Irak.
Kemudian Jaafari mengatakan Hashd al-Shaabi adalah kekuatan yang sah yang telah membuat banyak pengorbanan untuk rakyat Irak.
Dalam wawancara hari Sabtu. Jaafari juga memuji Mayor Jenderal Qassem Soleimani karena sesekali bergabung di antara pasukan Irak di medan perang telah menarik perhatian internasional.
Jenderal! Jaafari mengatakan, bekerja sebagai penasehat militer pada pemerintah Irak dan kehadirannya di negara ini "penting" dalam perang melawan Daesh.
Soleimani, kata dia, adalah salah satu komandan yang "dapat dipercaya" bagi pemerintah Irak. Jaafari mengatakan ia telah menjelaskan kepada rekan-rekan Arab nya peran umum Iran dalam perang Irak melawan teroris.
Menteri Jafaari menyatakan bahwa tentara Irak sepenuhnya bertanggung jawab atas operasi darat, dan serangan udara koalisi yang diluncurkan dalam koordinasi penuh dengan pemerintah di Baghdad.
Dodo Aditya
Sumber: Press TV
